Dengan Ijazah SMP Bisa Beromzet Miliaran Rupiah

386
Sumber foto dari Facebook Sunny Kamengmau.

Orang yang sukses tidak selalu orang yang pintar, tetapi orang sukses adalah orang yang gigih dan pantang menyerah karena kesuksesan memang hak semua orang bila mau bekerja keras. Apapun latar belakangnya, ketika memiliki kemauan keras untuk maju dan berkembang menjadi lebih baik, kesuksesan akan menghampirinya. Sunny Kamengmau tampaknya sudah membuktikan, meskipun memiliki latar belakang yang dapat dikatakan terpuruk namun ia dengan niat dan kemauan keras berhasil meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Sunny Kamengmau ialah seorang pengusaha sukses yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Awal kisah bermula ketika Sunnny Kamengmau pada usia 18 tahun pergi merantau ke Bali. Berbekal ijazah SMP, Sunny akhirnya bekerja secara serabutan. Di usia yang masih muda itu, Sunny pernah bekerja sebagai operator cuci mobil dan buruh renovasi hotel. Hingga akhirnya ia menetap bekerja di Un’s Hotel yang terletak di Jalan Benesari, Legian, Kuta.

Selama bekerja di hotel menjadi tukang kebun dan selang satu tahun naik pangkat menjadi satpam hotel selama empat tahun. Tak diduga minat belajar Sunny Kamengmau sangatlah tinggi, terutama pada bahasa asing. Di sela-sela kesibukannya sebagai satpam, ia menyempatkan diri belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang secara otodidak.

Semangatnya untuk mempelajari bahasa asing terlihat dari niat Sunny Kamengmau membeli kamus bahasa asing dari gajinya sebagai tukang kebun saat itu. Sunny Kamengmau memiliki tujuan kuat bahwa dengan menguasai bahasa asing ia dapat bergaul dengan para tamu yang kebanyakan berasal dari mancanegara.

Kemampuan Berbahasa Membuatnya Dekat Dengan Tamu Hotel

Kemauan belajar bahasa asing memuatnya menjadi dekat dengan para tamu dan atasan. Ia menjadikan para tamu dan koleganya sebagai guru bahasa dalam mempelajari bahasa asing. Bahkan berkat kemampuan berbahasanya Sunny sangat dekat dengan banyak orang.

Kemampuan Sunny berbahasa Jepang mempertemukan ia dengan seorang tamu hotel tempat ia bekerja bernama Nobuyuki Kakizaki, pria asal Jepang pemilik usaha Real Point Inc. Mereka berteman cukup lama dan dekat sampai akhirnya Sunny diajak bekerjasama dengan Nobuyuki.

Nobuyuki mengajak Sunny bekerjasama sebagai pemasok tas kulit. Pria kelahiran Maxzmur, Alor (NTT) 12 September 1975 kemudian diajari untuk membeli barang-barang kerajinan tangan dan aksesoris, bagaimana memilih barang kualitas terbaik, cara mengirim barang tersebut ke Jepang. Sunny mempelajari semua itu saat pagi atau siang hari karena malam hari ia tetap harus bekerja sebagai satpam di Un’s Hotel.

Tas Robita Laku di Pasaran Jepang

Mengapa tidak, jalinan kerjasama ini mengubah jalan hidup Sunny menuju kesuksesan. Pada tahun 2000 dari kampung Jawa, akhirnya Sunny dan Nobuyuki mendapati satu orang perajin yang mampu membuat tas kulit. Akhirnya mereka mulai mencoba memproduksi tas kulit. Saat itu, tas mereka belum diberi merek apapun. Tahun demi tahun kerjasama itu terus berjalin, akhirnya mencoba peruntungan dengan memasarkan tas kulit dan mendapat respon baik di pasaran Jepang.

Dimulailah kesuksesan Sunny Kamengmau, hingga pada tahun 2003, Sunny membentuk CV. Realisu dengan Brand Tas Robita dan memiliki 20 karyawan. Nama Robita dipilih karena partner bisnisnya yaitu Nobuyuki Kakizaki suka dengan karakter toko Nobita di film kartun Doraemon.

Bisnisnya terus berkembang dan mengalami peningkatan cukup besar. Pada tahun 2007 produksi tas mencapai 5.000 pcs setiap bulannya dan pada tahun 2009 usahanya semakin berkembang pesat karena Sunny dan Nobuyuki telah memiliki karyawan hingga mencapai 300 orang. Semua produksi dilakukan di Bali, lalu diekspor ke Jepang dengan koneksi dari Nobuyuki. Kesuksesan ini bermula dari hal kecil yang dilakukan Sunny dalam bertekad untuk mempelajari bahasa asing yang membawakan kesuksesan pada dirinya bahkan juga mengubah hidup Sunny Kamengmau.

Bangkit Dari Masa Sulit Dan Meraih Kesuksesan

Di balik kesuksesan yang diraih Sunny Kamengmau, ia juga sempat terseok-seok pada awal produksi tas kulit sampai bangkit dari masa sulit usahanya. Sunny Kamengmau membutuhkan waktu enam bulan hanya untuk membuat sebuah sampel tas, bahkan saat itu karyawannya sudah mulai putus asa dan akan keluar.

Meskipun berkali-kali gagal, dengan tekad dan kemauan yang kuat Sunny tak mau menyerah dan lambat laun akhirnya tas yang ia produksi dapat diterima oleh orang Jepang. Pesanan mulai datang, walau masih terbilang minim. Sunny saat itu memproduksi 100-200 tas perbulan pada tahun 2003.

Dalam menjalankan bisnis apapun pasti mengalami masa naik turun. Meski sudah mengeskpor produk ke Jepang sejak tahun 2000, dua tahun terakhir produksi Tas Robita mengalami penurunan. Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu kendalanya, terlebih ketika partnernya Nobuyuki Kakizaki meninggal dunia pada tahun 2014 karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Bagi Sunny sosok Nobuyuki adalah motivator baginya. Selepas kepergian Nobuyuki omzet penjualan turun, produksi juga turun dari 3.500 pcs per bulan menjadi 1.500 pcs per bulan. Meski begitu, Sunny Kamengmau tidak berdiam diri dan putus asa, usaha kecil yang dirintihnya untuk mencapai kesuksesan dapat ia perjuangkan. Sunny mulai bekerjasama dengan istri Nobuyuki. Selain itu Sunny juga mengembangkan produk tasnya menjadi lebih inovatif dan mengontrol produksi tasnya dari pemilihan material sampai proses produksi.

Berkeinginan Merambah Pasar Lokal

Tas Robita adalah tas handmade yang dibentuk dari anyaman. Memiliki corak warna yang antik. Menurut Sunny, orang Jepang sangat menyukai produk buatan tangan, maka dari itu Tas Robita sangat diminati oleh masyarakat Jepang.

Sementara itu, harga yang ditawarkan Tas Robita di Jepang rata-rata Rp 4-5 juta untuk tas ukuran besar dan Rp 2-3 juta untuk tas ukuran kecil. Sejak tahun 2006 hingga 2012 rata-rata penjualan Tas Robita di Jepang bila dihitung-hitung bisa mencapai Rp 25-30 miliar setiap tahun.

Sunny belum berpuas diri, setelah sukses di pasar internasional dia berkeinginan membangun market di negeri tercintanya, Indonesia. Sunny mendirikan sebuah butik Robita di Seminyak, Bali.

Perjalanan bisnis Sunny memang tidak mulus, namun Sunny percaya bahwa sukes dapat dimulai dari hal kecil sekalipun. Seperti dirinya, sukses yang selalu ia terapkan adalah memegang kepercayaan. Hal sederhana tersebut dapat membuatnya bangkit dan menghadapi masa sulit dalam bisnisnya.

___
Sumber: http://www.anakdagang.com/2016/08/kisah-sukses-seorang-pengusaha-muda-sunny-kamengmau-berawal-dari-tukang-kebun.html