Di Balik Kiat Sukses Wardah Cosmetics

326
Sumber foto dari Kompas print.

Wardah Cosmetics mungkin sudah tak asing, kosmetika yang merupakan produk dari PT Paragon Technology Innovation (PTI) kini telah menjadi tren make up terutama bagi kaum muslimah. Lalu siapakah sosok di balik Wardah Cosmetics tersebut? Dialah Nurhayati Subakat, wanita yang telah menggeluti bisnis kosmetik sejak tahun 1985.

Produk komestik Wardah sempat diberitakan hanya mempromosikan kata “halal”, tanpa keunggulan lain pada produknya, namun Nurhayati berhasil menepis semua anggapan itu dan berhasil membuktikan produknya tidak kalah berkualitas dengan kosmetik lainnya.

Melihat perjalanan sukses dari seorang Nurhayati Subakat adalah sebuah inspirasi. Kerja kerasnya dapat membangun produk Wardah dari nol hingga menjadi salah satu merek kosmetik terlaris di Indonesia.

Nurhayati Subakat lahir pada tanggal 27 Juli 1950 di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Anak kedua dari delapan bersaudara ini pernah sekolah di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri. Kemudian ia pindah ke Padang untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Sempat Menjadi Apoteker

Nurhayati Subakat dikenal sebagai anak cerdas, terbukti dari diterimanya di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Farmasi. Selama kuliah ia bertemu dengan Subakat Hadi, teman kuliahnya yang sekarang merupakan suami dari Nurhayati.

Setelah wisuda, Nurhayati pulang ke tanah kelahirannya. Bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum di Padang. Berikutnya Nurhayati memilih mengadu nasib di Jakarta dengan bekerja di perusahaan kosmetik sebagai Staf Quality Control (QC).

Ketika karirnya semakin melambung namun Nurhayati memilih keluar dari perusahaan tersebut dan memberanikan diri untuk merintis usaha sendiri. Berbekal ilmu dan pengalaman selama bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba untuk membuat produk shampo bermerek Puteri.

Usaha kecil Nurhayaiti dijalankan di rumahnya sendiri dengan dibantu oleh satu karyawan, yakni pembantunya sendiri. Ia jalankan usaha kecilnya ini benar-benar dari nol, mulai dari memperkenalkan produk shamponya ke salon-salon di wilayah Jakarta. Dengan keyakinan yang tinggi ia berusaha menawarkan produknya ke masyarakat. Ia percaya bahwa hal kecil yang dilakukannya dapat membawa kesuksesan untuk bisnisnya ini dan pelan tapi pasti produknya mulai diterima oleh masyarakat.

Kejelian Nurhayati dalam melihat peluang pasar membuat industri rumahannya berkembang pesat, sehingga ia mendirikan PT. Pusaka Tradisi Ibu untuk memanajemen dan menguatkan usaha shamponya.

Namun 5 tahun kemudian setelah usahanya berkembang, gemilang usaha bisnis yang dirintihnya dari bawah itu sirna karena pabrik miliknya terbakar si jago merah. Akibat musibah ini mengakibatkan usaha shamponya goyah, terlebih ia masih memiliki hutang dengan bank. Nurhayati sempat ingin menutup usahanya namun ia urungkan. Ia bangkit kembali dan memulai dari awal lagi. Dengan modal dari hasil tabungan sang suami, ia gunakan untuk menggaji karyawan dan membangun pabriknya lagi.

Meluncurkan Produk Wardah

Setelah pabrik barunya mulai berdiri, Nurhayati tidak kehabisan ide. Ia mencoba untuk melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah. Pada tahun 1995 produk tersebut diluncurkan di pasaran yang sekarang dikenal dengan merek Wardah.

Dengan hal kecil seperti konsep produk kosmetik Wardah ditujukan untuk kaum muslimah yang ingin tampil elegan tanpa perlu cemas kehalalan produk. Produk Wardah ini mulai diterima oleh masyarakat banyak. Hal ini terbukti dari tahun 1999 sampai tahun 2003 penjualan produk Wardah melonjak drastis. Dengan pesat produk kosmetik Wardah dapat menjadi salah satu merek kosmetik yang teratas di Indonesia.

Strategi pasar dan promosi yang baik membawa produk Wardah Nurhayati Subakat dengan cepat menguasai pasar kosmetik nasional. Bahkan bukan hanya pasar nasional melainkan mancanegara seperti Malaysia, karena produk Wardah laku keras di negara tersebut.

Di tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu milik Nurhayati Subakat kemudian berganti nama menjadi PT. Paragon Technology and Innovation yang menaungi ratusan item kosmetik dengan pertumbuhan yang pesat.

Kerja keras Nurhayati terbayarkan sudah, saat ini ia sudah memiliki ribuan karyawan dan puluhan cabang di Indonesia. Produknya kini berkembang mencakup perawatan kulit dan juga perlengkapan make up. Beliau bahkan pernah terpilih sebagai salah satu CEO (Chief Executive Officer) terbaik di Indonesia. Nurhayati Subakat tentu tidak menyangka bahwa kesuksesan yang dimulai dari hal kecil saat ia mencoba menjual shampo buatannya dapat berkembang sukses bahkan merambah ke produk kosmetik.

Kiat Sukses Nurhayati Subakat

Berkat kerja keras dan proses jatuh bangun Nurhayati akhirnya sukses menjadi pengusaha kosmetika Wardah yang memiliki omzet Rp.200 M sebulan. Lalu apa kiat suskes dari Nurhayati dalam menjalani bisnis?

  1. Tekad yang Kuat
  2. Miliki Mimpi yang Besar
  3. Menjaga Tali Silaturahmi
  4. Ciptakan 4P+1, great product, price, promotion, place, dan + pertolongan dari Allah.

Beberapa penghargaan pun pernah diraihnya. Salah satunya adalah Indonesia Customer Satisfaction Award dari Frontier Consulting Group dan Top Brand 2014. Selain penghargaan tersebut, Wadah kosmetik juga mampu mendapat penghargaan dari Matahari Department Store sebagai produk lokal yang pertama kali meraih penghargaan.

___

Sumber: http://www.biografiku.com/2016/12/biografi-dan-profil-nurhayati-subakat-isah-sukses-pemilik-wardah-kosmetik.html