Jalan-jalan ke Bali

    335
    Di depan Gerbang Tol Bali Mandara. Sumber foto dari koleksi pribadi.

    Saat bulan Juni kemarin, tepat 2 minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, saya menyempatkan diri untuk berangkat ke Pulau Bali untuk menyusul keluarga yang kebetulan sudah berada di sana sejak beberapa hari sebelumnya. Walaupun hanya sempat berada di sana selama 2 hari dan 2 malam (berangkat Jum’at malam dan kembali ke Jakarta Minggu sore), secara keseluruhan saya merasakan bahwa liburan yang singkat ini sangat bermakna dan padat, karena saya bisa melakukan banyak sekali kegiatan mulai dari wisata kuliner (oh yes!), wisata watersport yang lumayan lengkap, sampai berjalan-jalan di beberapa tempat sekaligus.

    Salah satu yang saya lihat baru di Bali (daerah Denpasar dan sekitarnya), adalah jalan Tol Bali Mandara (maklum terakhir ke Bali sudah beberapa tahun yang lalu dan saat itu jalan Tol ini belum ada). Jalan Tol Bali Mandara ini adalah jalan tol yang lumayan panjang, hampir 13KM menyeberangi Teluk Benoa, untuk menghindari kemacetan di Jl Bypass Ngurah Rai.

    Menikmati jalan Tol ini, bagi saya merupakan sesuatu yang baru dan juga menyenangkan, di sisi kiri dan kanan yang terlihat adalah Teluk Benoa, jadi serasa seperti tidak berada di Indonesia atau mungkin supaya fair tidak seperti di Jakarta yang kiri kanan sangat sumpek dengan kemacetan. Oh ya menariknya di jalan Tol ini ada jalur khusus untuk pengendara motor. Dari kacamata saya sebagai seorang wisatawan lokal, tentunya akan menarik kalau ada Wisata Tol untuk menikmati indahnya Teluk Benoa ini.

    Selain wisata kuliner yang tidak pernah ada cerita selesainya ataupun wisata Budaya, wisata watersport di Teluk Benoa menurut saya tidak kalah menariknya. Magnet wisata menarik cukup banyak turis mancanegara dan lokal. Dan yang termasuk menyenangkan adalah di sekitar bulan Juni-Juli, cuaca di Bali tidak terlalu panas, menurut yang saya baca karena adanya pengaruh angin tenggara dari Australia yang sedang mengalami musim dingin. Sayang foto2 wisata watersport, belum sempat saya olah lebih lanjut, jadi belum bisa saya update. Ahh, baru sampai di sini, I miss Bali already ….

    Sejauh mata mata memandang banyak turis datang dari Cina dan India, dan mulai banyak juga yang datang dari Timur Tengah (sepertinya kunjungan Raja Salman sebelumnya, sedikit banyak membawa nuansa ketertarikan bagi para turus ini). Apalagi terakhir Presiden Obama juga menyempatkan diri berlibur di Bali, sayangnya (atau mungkin beruntungnya) saya sudah kembali ke Jakarta. Saya kira faktor terpenting dari kenapa Bali menjadi tujuan wisata kelas dunia, adalah karena selain Bali memiliki alam dan budaya yang luar biasa indah, juga karena masyarakatnya sangat majemuk dan toleran.

    Di lain kesempatan saya berikhtiar untuk dapat mengunjungi lebih banyak lagi tempat-tempat indah lainnya di Indonesia, karena terus terang saat ini pilihan tujuan wisata dalam negeri saya masih sebatas Bali, Bandung dan Yogyakarta saja. Ah malunya ….

    -FL