Saung Angklung Udjo Wisata Budaya di Bandung

449
Anak-anak bermain angklung di Saung Anglung Udjo. Sumber foto dari situs www.angklung-udjo.co.id

Saung Angklung Udjo merupakan tempat wisata budaya yang berada di Jalan Padasuka No. 118, salah satu jalan utama di kota Bandung. Saung Angklung Mang Udjo yang biasa disingkat SAU, memiliki arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu. Biasanya wisatawan yang berkunjung banyak didominasi para pelajar. Tempat wisata ini selain menghibur juga dapat memberikan manfaat lain kepada para pengunjung, karena mereka dapat aktif belajar memainkan dan mengetahui kesenian angklung.

Saung Angklung Udjo berdiri sejak tahun 1996. Adalah alm. Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati yang mendirikan SAU dengan tujuan melestarikan seni dan budaya tradisional Sunda. Udjo Ngalagena sudah mengenal kesenian angklung sejak berumur empat tahun. Beliau sangat mencintai kesenian angklung hingga akhirnya mendirikan Saung Angklung Udjo.

Salah satu kegiatan di Saung Angklung Udjo. Sumber foto Google

Tokoh yang berasal dari Jawa Barat yang lahir pada tanggal 5 Maret 1929 ini juga mendalami seni bela diri tradisional seperti pencak silat, gamelan, kecapi, dan lagu-lagu daerah berbahasa Indonesia dan Belanda. Oleh karena itu Saung Angklung Udjo juga menyajikan berbagai macam kesenian khas Jawa Barat.

Setelah Udjo Ngalagena wafat pada 2001, Saung Angklung Udjo tetap diteruskan oleh para putra-putrinya. Tentunya untuk meneruskan misi Udjo Ngalagena yang mulia yaitu melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal yang bersumber dari bambu. Kebesaran cinta kasih Udjo Ngaladena terhadap kesenian angklung membawa bangsa Indonesia mendapat pengakuan dunia internasional dari Badan Dunia UNESCO pada tahun 2010 yang menyatakan angklung adalah alat musik warisan seni budaya yang berasal dari Indonesia.

Saung Angklung Udjo telah memberikan warna tersendiri di sudut Jawa Barat. Dengan berdirinya SAU telah memberikan manfaat nyata, berupa pelestarian kebudayaan Sunda, khususnya alat musik angklung kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan.

Setiap ada pementasan kesenian musik angklung, SAU selalu mampu menarik minat para wisatawan, mulai dari wisatawan domestik sampai wisatawan mancanegara. Para pengunjung yang datang selain terhibur, bisa langsung belajar memainkan alat musik angklung jika tertarik, karena para pengunjung dapat turut ikut bermain angklung secara langsung. Setiap pegunjung akan diberikan satu buah angklung, selanjutnya diberikan arahan oleh dirigen yang berdiri di tengah panggung. Pengunjung lalu diminta untuk memainkan nada-nada yang akan dipadukan secara serempak.

Keterlibatan pengunjung dalam pertunjukan tersebut tentu akan memberi kesan dan manfaat. Belajar memainkan alat musik secara bersama-sama merupakan momen berwisata yang tak terlupakan. Dengan mudah pengunjung mengikuti arahan dari dirigen, nada-nada yang dikombinasikan menjadi alunan nada yang khas di telinga.

Salah satu kegiatan di Saung Anglung Udjo. Sumber foto dari situs www.angklung-udjo.co.id

Saung Angklung Udjo juga menjual berbagai alat musik bambu tradisional selain angklung, seperti calung, arumba, dan lain-lain. Selain pementasan angklung, SAU juga memiliki pertunjukan lain yang dapat disaksikan, di antaranya demonstrasi Wayang Golek, Helaran, Tari Topeng, Angklung Orchestra dan kegiatan menari bersama.

Beragam pertunjukan yang disajikan oleh SAU memberikan manfaaat positif bagi pengunjung yang hadir, selain terhibur juga menambah wawasan kesenian budaya lokal khususnya budaya Jawa Barat.

Udjo Ngalagena sangat terinspirasi oleh filosofi gurunya Daeng Soetigna yang disingkat dengan 5M: Mudah, Murah, Mendidik, Menarik dan Masal. Kemudian, Udjo menyempurnakan filosofi ini dengan menambahkan satu nilai, yaitu Meriah.

Prinsip-prisip ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah konsep pertunjukan yang ideal dan dikenal dengan nama Kaulinan Urang Lembur, sebuah pertunjukan yang memadukan unsur kesenian Sunda yang atraktif dan mendidik. Hal inilah yang menjadi daya tarik dan alasan utama untuk berkunjung ke Saung Angklung Udjo.