Antrian di depan Lift

    259
    Antrian di depan lift, Sumber gambar: Google

    Pernahkah Anda mengalami kesulitan saat hendak keluar dari dalam lift? Saya beberapa kali mengalaminya, baik di lift gedung perkantoran maupun di lift pusat perbelanjaan atau mal-mal.

    Maksud kesulitan di sini bukanlah akibat mesin lift yang macet sehingga pintunya tidak terbuka saat ingin keluar dari lift. Kesulitan yang saya maksudkan adalah saya tidak mempunyai ruang gerak untuk keluar dari dalam lift tersebut.

    Mengapa saya tidak mempunyai ruang gerak? Karena ketika saya hendak keluar, ruang terbuka di depan pintu lift sudah dikerumuni oleh orang-orang yang berebutan hendak masuk ke dalamnya. Baik pria maupun wanita, bersama anak-anaknya maupun sendirian, berpakaian sederhana maupun mewah, lusuh maupun rapih, perilaku mereka sama saja ketika berebutan hendak masuk ke dalam lift. Tidak memikirkan apalagi menghormati orang yang akan keluar dari dalam lift.

    Hal seperti ini sering terjadi terutama pada saat jam masuk dan jam istirahat kantor. Jika di mal-mal ini terjadi pada hari libur atau weekend.

    Saat hendak masuk ke dalam lift, saya selalu mendahulukan orang-orang yang akan keluar dari dalam lift itu terlebih dahulu. Menurut saya hal ini adalah logika praktis dan sederhana. Bagaimana mungkin saya bisa masuk ke dalam lift yang penuh sesak jika saya tidak mengutamakan orang yang di dalam untuk keluar terlebih dahulu.

    Bila sudah terlihat banyak orang yang akan masuk ke dalam lift, saya membiasakan diri untuk antri di depan lift.

    Sederhana bukan? Namun bukanlah hal mudah jika tidak kita jadikan kebiasaan.

    ~BHT~