“Berenang” Melawan Arus

    188

    Ikan Salmon adalah salah satu jenis ikan yang unik. Mereka besar di air laut, akan tetapi bermigrasi ke air tawar atau sungai untuk bertelur. Sebuah siklus yang akan diikuti oleh anak-anak salmon, ikan-ikan ini kelak berenang dengan cara melawan arus untuk kembali ke tempat awal mereka ditetaskan untuk meletakkan telur-telurnya. Perjalanan proses yang tidak mudah, mengandung banyak resiko serta memerlukan usaha yang tidak sedikit dan mengundang kekaguman bagi yang memerhatikannya.

    Sering di dalam hidup, kita mengalami banyak sekali tantangan yang membuat kita perlu berpikir dan bertindak secara “out of the box”; Melakukan sesuatu yang tidak umum atau melawan arus, sama seperti ikan-ikan salmon saat mereka hendak bertelur demi memberikan yang terbaik untuk calon penerus mereka kelak. Sebuah filosofi yang bagus yang dapat kita petik dari alam, untuk tidak menyerah kepada “nasib”. Alam memberikan banyak sekali pelajaran penting kepada kita, selama kita mau memerhatikan dan melihat apa yang dapat kita aplikasikan dalam hidup kita sehari-hari. Saat kita tergoda untuk melihat dan menjalani hidup ini seperti air mengalir, ingat kembali bahwa air selalu mengalir dari atas ke bawah, sedangkan untuk mencapai ke tingkat yang lebih tinggi dibutuhkan perjuangan ekstra, sama seperti perjuangan salmon untuk mencapai tempat yang lebih tinggi. Hal-hal seperti inilah yang layak disebut sebagai berusaha dengan sesungguhnya.

    Akan tetapi tidak semua yang melawan arus adalah bijak dan benar, banyak sekali hal-hal lain yang harus kita jalani sesuai dengan arus untuk menghindakan kekacauan. Contoh yang pasti sering kita lihat sehari-hari di jalanan ibukota ini adalah pemandangan para pemotor melawan arus, sebuah tindakan melawan arus yang sangat kontradiktif dari pengalaman dan tindakan para salmon. Proses yang terjadi di sini lahir dari keengganan untuk mau bertanggung jawab dan berpikir dengan baik, sebuah akar yang akan berbuah kepada kepercayaan bahwa tindakan yang dilakukan selalu benar. Sebuah kekacauan logika dan proses berpikir (atau proses ini tidak pernah terjadi) yang dapat membahayakan diri sendiri dan terutama sekelilingnya.

    Sampai kapankah kita mau terus gagal berpikir dan bertindak seperti ini? Pada saat kita tergoda untuk melakukan kesalahan yang banyak dilakukan, ada baiknya untuk berpikir melawan arus yang salah dan kembali kepada arus yang benar. Salmon mengambil tindakan melawan arus untuk memberikan tempat yang aman bagi calon “anak-anak” mereka; Bagaimana dengan kita?

    -FL