Lagu “What Was I Made For?” oleh Billie Eilish telah menjadi salah satu lagu yang paling menarik perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Dengan lirik yang dalam dan melodi yang menyentuh, lagu ini tidak hanya memikat pendengarnya, tetapi juga mengundang banyak interpretasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna dari lagu tersebut secara mendalam, termasuk makna tersembunyi di balik liriknya. Lagu ini dirilis sebagai bagian dari soundtrack film Barbie yang dibintangi Margot Robbie, dan segera menjadi fenomena global.
Billie Eilish, yang dikenal dengan gaya musiknya yang unik dan lirik yang penuh makna, kali ini membawakan lagu yang sangat personal. Dari lirik yang terasa seperti cerita hidup seseorang yang sedang mencari makna kehidupan, hingga pesan-pesan tentang rasa tidak aman dan kehilangan arah, lagu ini mampu menyentuh hati banyak orang. Di balik liriknya, ada kisah cinta, kesedihan, dan pencarian makna hidup yang bisa dihubungkan dengan pengalaman hidup Billie sendiri.
Selain itu, lagu ini juga menjadi bahan diskusi luas di media sosial dan forum musik. Banyak penggemar dan ahli musik mencoba memahami maksud sebenarnya dari lirik “What Was I Made For?” dan apa yang ingin disampaikan oleh Billie Eilish. Artikel ini akan menjelaskan semua hal tersebut, mulai dari terjemahan lirik, makna simbolis, hingga analisis mendalam tentang pesan yang ingin disampaikan oleh penyanyi muda ini.
Lirik Lagu “What Was I Made For?” dan Terjemahan
Lirik “What Was I Made For?” sangat puitis dan penuh makna. Berikut adalah terjemahan lengkap dari lirik lagu tersebut:
Verse 1:
I used to float, now I just fall down
Dulu aku mengapung, sekarang aku jatuh begitu saja
I used to know, but I’m not sure now
Aku dulu tahu, tapi aku tidak yakin sekarang
What was I made for
Untuk apa aku diciptakan
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?
Verse 2:
Takin’ a drive, I was an ideal
Jalan-jalan, hidupku begitu sempurna
Looked so alive, turns out I’m not real
Tampak begitu hidup, ternyata aku tak nyata
Just something you paid for
Hanya sesuatu yang kau bayar
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?
Chorus:
‘Cause I, I
Karena aku
I don’t know how to feel
Aku tak tahu bagaimana rasanya
But I wanna try
Tapi aku ingin mencoba
I don’t know how to feel
Aku tak tahu bagaimana rasanya
But someday, I might
Tapi suatu hari nanti, mungkin saja aku merasakannya
Someday, I might
Suatu hari nanti, mungkin saja aku merasakannya
Verse 3:
When did it end? All the enjoyment
Kapan ini akan berakhir? Semua kesenangan ini
I’m sad again, don’t tell my boyfriend
Aku bersedih lagi, jangan beritahu pacarku
It’s not what he’s made for
Masalah ini bukan diciptakan untuknya
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?
Outro:
Think I forgot how to be happy
Pikirku aku lupa bagaimana caranya bahagia
Something I’m not, but something I can be
Menjadi sesuatu yang bukan aku, tapi sesuatu yang aku bisa
Something I wait for
Sesuatu yang kutunggu-tunggu
Something I’m made for
Sesuatu yang kudamba-dambakan
Something I’m made for
Sesuatu yang kudamba-dambakan
Dari terjemahan di atas, kita dapat melihat bahwa lagu ini menggambarkan perasaan kebingungan, kehilangan arah, dan keraguan tentang tujuan hidup. Ini mencerminkan perasaan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama ketika mereka merasa tidak memiliki makna atau tujuan dalam hidup mereka.
Makna Lagu “What Was I Made For?”
Makna dari lagu “What Was I Made For?” sangat dalam dan bisa diinterpretasikan dalam berbagai cara. Beberapa penafsiran utama meliputi:
- Kehilangan Tujuan Hidup: Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang merasa tidak tahu apa tujuan hidupnya. Mereka merasa seperti boneka atau objek yang hanya digunakan, bukan individu yang punya keinginan dan harapan.
- Ketidakpuasan Emosional: Ada perasaan sedih dan kecewa yang muncul dari lirik, terutama saat menyebutkan “I’m sad again, don’t tell my boyfriend.” Ini bisa merujuk pada hubungan yang tidak memuaskan atau rasa tidak dicintai.
- Pencarian Makna: Lagu ini juga bisa dilihat sebagai upaya untuk mencari makna dan tujuan hidup. Penyanyi mencoba memahami dirinya sendiri dan menghadapi ketidakpastian tentang masa depan.
Beberapa ahli musik dan penggemar percaya bahwa lagu ini juga menggambarkan perasaan Billie Eilish sendiri, terutama setelah ia menghadapi tekanan dari dunia hiburan dan ekspektasi publik. Lagu ini bisa menjadi ekspresi emosional dari perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.
Makna Tersembunyi di Balik Lagu
Di balik lirik yang terdengar sederhana, lagu “What Was I Made For?” menyimpan makna yang lebih dalam. Beberapa makna tersembunyi yang bisa diidentifikasi antara lain:
- Perbandingan dengan Boneka Barbie: Diketahui bahwa lagu ini merupakan soundtrack dari film Barbie, maka banyak yang mengaitkan lirik dengan karakter Barbie. Seorang boneka yang terlihat sempurna, tetapi sebenarnya tidak memiliki perasaan. Ini bisa menjadi metafora untuk seseorang yang tampak sempurna di luar, tetapi dalam hati merasa kosong.
- Kritik terhadap Standar Kecantikan: Lagu ini juga bisa dilihat sebagai kritik terhadap standar kecantikan dan kesempurnaan yang sering dipertontonkan di media. Penyanyi merasa bahwa meskipun dia terlihat sempurna, ia masih merasa tidak puas dan tidak bahagia.
- Pemikiran tentang Keberadaan: Pertanyaan “What was I made for?” bisa menjadi refleksi tentang keberadaan manusia. Apakah kita diciptakan hanya untuk tujuan tertentu, atau apakah kita bisa menentukan makna hidup kita sendiri?
Pengaruh Film Barbie terhadap Lagu
Lagu “What Was I Made For?” adalah bagian dari soundtrack film Barbie yang dirilis pada tahun 2023. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang wanita yang hidup dalam dunia sempurna, tetapi akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kesempurnaan. Lagu ini cocok dengan tema film tersebut, karena menggambarkan perasaan kehilangan dan pencarian makna kehidupan.
Billie Eilish mengungkapkan bahwa ia awalnya ragu untuk mengambil proyek ini karena ia merasa tidak cocok dengan tema film yang terkesan ceria. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut karena ia merasa bahwa lagu ini bisa menyampaikan pesan yang penting bagi banyak orang.
Analisis Musik dan Gaya Penyanyian
Dari segi musik, “What Was I Made For?” memiliki alunan yang lembut dan puitis. Melodi yang sederhana tetapi efektif membuat pendengar merasa terhubung dengan liriknya. Billie Eilish menggunakan suaranya yang lembut dan penuh emosi untuk menyampaikan pesan yang dalam.
Banyak pengamat musik menyebutkan bahwa gaya penyanyian Billie dalam lagu ini sangat personal dan menunjukkan kedalaman emosional yang tinggi. Ini membuat lagu ini tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang kuat bagi pendengarnya.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Lagu “What Was I Made For?” mendapat respons yang sangat positif dari publik dan media sosial. Di platform seperti YouTube dan TikTok, banyak video yang menampilkan para pengguna membagikan makna yang mereka tangkap dari lagu ini. Banyak dari mereka mengatakan bahwa lagu ini membantu mereka merasa tidak sendirian dalam merasa tidak puas atau kehilangan arah dalam hidup.
Selain itu, banyak musisi dan pengamat musik juga memberikan komentar positif tentang lagu ini. Mereka menyebutkan bahwa Billie Eilish berhasil menyampaikan pesan yang mendalam dan universal melalui lirik dan musiknya.
Kesimpulan
Lagu “What Was I Made For?” oleh Billie Eilish adalah contoh yang indah dari bagaimana musik bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan mendalam dan emosional. Dengan lirik yang penuh makna dan musik yang lembut, lagu ini mampu menyentuh hati banyak orang. Dari pertanyaan “Untuk apa aku diciptakan?” hingga refleksi tentang keberadaan dan kebahagiaan, lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenung dan mencari makna hidup mereka sendiri.
Bagi siapa pun yang pernah merasa tidak tahu tujuan hidup atau merasa tidak bahagia, lagu ini bisa menjadi teman yang menemani dan memberi inspirasi. Dengan makna yang dalam dan pesan yang universal, “What Was I Made For?” layak menjadi salah satu lagu favorit banyak orang.
Kategori
Musik


Komentar