Mahasiswa KKN Undip
Beranda » Blog » Mahasiswa KKN Undip Dorong 13 Anak Tidak Sekolah di Desa Karangpelem Kecamatan Sragen untuk Kembali Mengenyam Pendidikan

Mahasiswa KKN Undip Dorong 13 Anak Tidak Sekolah di Desa Karangpelem Kecamatan Sragen untuk Kembali Mengenyam Pendidikan

HALO NUSNATARA, SRAGEN, 23 Juli 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) turut mengambil peran dalam upaya mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Karangpelem, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen. Melalui program kerja ATS, mahasiswa melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga anak yang tidak atau sudah tidak bersekolah dengan metode door to door.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masih adanya anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat 13 anak ATS di Desa Karangpelem dengan latar belakang yang beragam. Beberapa di antaranya mengalami putus sekolah pada jenjang SD, SMP, maupun SMA, sementara sebagian lainnya belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Dalam pelaksanaan program tersebut, mahasiswa KKN melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah dengan mendatangi wali murid satu per satu. Pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang menjadi faktor anak tidak sekolah sekaligus membangun komunikasi dengan keluarga mengenai pentingnya pendidikan bagi keberlanjutan masa depan anak.

Habib Zakaria Miftah, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi Peternakan yang bertugas sebagai koordinator sistem dalam program ATS, menjelaskan bahwa metode door to door dipilih agar mahasiswa dapat memahami kondisi setiap anak secara lebih dekat.

“Kami tidak hanya ingin mengetahui siapa saja anak yang tidak sekolah, tetapi juga ingin memahami alasan dan kondisi yang melatarbelakanginya. Dengan mendatangi rumah wali murid secara langsung, kami dapat berkomunikasi lebih dekat dengan keluarga dan bersama-sama mencari solusi agar anak dapat kembali mendapatkan hak pendidikannya,” ujarnya.

Kerajaan Majapit kehidupan politik kerajaan majapahit

Pelaksanaan program diawali dengan identifikasi dan pendataan anak yang masuk dalam kategori ATS di Desa Karangpelem. Setelah data diperoleh, mahasiswa melakukan kunjungan door to door ke rumah masing-masing wali murid. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi dengan keluarga mengenai riwayat pendidikan anak, kendala yang dihadapi, serta kemungkinan dan alternatif untuk melanjutkan pendidikan.

Pendekatan secara personal menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Setiap keluarga memiliki kondisi dan permasalahan yang berbeda sehingga diperlukan komunikasi yang terbuka dan tidak menghakimi. Mahasiswa berupaya memberikan pemahaman bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang dan meningkatkan kualitas kehidupan anak di masa mendatang.

Program ATS ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, keluarga, serta pihak-pihak terkait dalam mendorong terpenuhinya hak pendidikan bagi anak. Melalui pendampingan dan komunikasi yang dilakukan, diharapkan anak-anak yang masuk dalam kategori ATS dapat memperoleh kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pendataan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menjemput kembali anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. Dengan adanya perhatian dan pendampingan secara langsung, mahasiswa KKN berharap tidak ada lagi anak di Desa Karangpelem yang harus kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Melakukan Pendekatan Kepada Wali Murid dan Anak Agar Mau Untuk Kembali Bersekolah di Desa KarangPelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. (DOK. KKN UNDIP)

Pemerintah Desa Karangpelem turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ATS yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip. Bapak Suwarno S.E , Kepala Desa Karangpelem, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap persoalan pendidikan di wilayahnya.

Musik Satukan Pegawai dan Masyarakat, POM Fest Warnai HUT RI ke-81

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah membantu mengidentifikasi dan mendampingi anak-anak yang tidak sekolah di Desa Karangpelem. Kami berharap melalui program ini, anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh kesempatan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkapnya.

Program ATS menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. Melalui langkah sederhana berupa kunjungan dari rumah ke rumah, mahasiswa berupaya membuka kembali jalan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya terhenti atau belum sempat memulainya.

Penulis/Reporter: Habib Zakaria Miftah

Fotografer: Azizah Kusuma Dewi

Kontak Media/Humas Kelompok: IG @kkn.karangpelem 

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *