Beranda » Blog » Apa Itu Sleep Call dan Mengapa Jadi Trend di Media Sosial?

Apa Itu Sleep Call dan Mengapa Jadi Trend di Media Sosial?

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, muncul berbagai fenomena baru dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tren yang kini sedang viral di media sosial adalah “sleep call”. Istilah ini sering digunakan oleh pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh (LDR) atau bahkan pasangan yang tinggal bersama namun ingin tetap merasa dekat. Sleep call tidak hanya sekadar kebiasaan biasa, tapi juga menjadi bentuk komunikasi emosional yang memperkuat ikatan antar pasangan.

Sleep call sendiri merujuk pada kebiasaan saling melakukan panggilan suara atau video call dengan pasangan hingga salah satu atau keduanya tertidur. Aktivitas ini bisa dilakukan sepanjang malam, terutama bagi mereka yang tidak bisa bertemu secara langsung. Meski terdengar sederhana, sleep call memiliki dampak psikologis dan emosional yang cukup signifikan. Banyak orang menganggapnya sebagai cara untuk merasa lebih dekat dengan orang yang dicintai, meskipun mereka terpisah jarak.

Tren sleep call semakin populer karena penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi yang semakin mudah diakses. Di tengah situasi pandemi yang membatasi interaksi tatap muka, banyak pasangan beralih ke metode komunikasi virtual. Sleep call menjadi solusi untuk tetap merasakan kehadiran satu sama lain, bahkan saat tidur. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu sleep call, manfaat dan risikonya, serta tips agar bisa melakukannya dengan aman dan efektif.

Apa Itu Sleep Call?

Sleep call adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan saling melakukan panggilan telepon atau video call dengan pasangan hingga salah satu atau keduanya tertidur. Kebiasaan ini umumnya dilakukan di malam hari, terutama ketika pasangan sedang menjalani hubungan jarak jauh. Dalam beberapa kasus, panggilan ini bisa berlangsung selama berjam-jam hingga keduanya benar-benar tertidur.

Secara teknis, sleep call tidak selalu melibatkan percakapan aktif. Banyak pasangan hanya mendengarkan suara napas atau dengkuran pasangan, menciptakan rasa kedekatan meski secara fisik tidak berada di tempat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa sleep call bukan hanya tentang komunikasi verbal, tapi juga tentang kehadiran emosional dan psikologis.

Mahasiswa FSRD ISI Surakarta Ciptakan Motif Batik Gunungan Tirta Amerta sebagai Ikon Khas Desa Banyuanyar

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nursing in Critical Care (2024), mendengarkan rekaman suara dari orang terkasih dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Ini menunjukkan bahwa sleep call tidak hanya memberikan rasa nyaman, tapi juga bisa menjadi alat untuk mengurangi stres dan kecemasan, terutama bagi pasangan yang tinggal jauh.

Manfaat Sleep Call bagi Pasangan

Sleep call memberikan berbagai manfaat bagi pasangan, terutama yang menjalani hubungan jarak jauh. Berikut adalah beberapa manfaat utama:

  1. Mengurangi Rasa Kesepian

    Suara pasangan bisa memberikan sensasi kehadiran meski secara fisik tidak berada di ruangan yang sama. Kehadiran auditif ini membantu otak merasa ditemani, sehingga perasaan terisolasi atau kesepian berkurang. Bagi mereka yang tinggal sendiri, efek ini bisa membantu menurunkan kecemasan malam hari dan memberikan kualitas tidur yang lebih nyaman.

  2. Meningkatkan Keintiman Emosional

    Sleep call menciptakan ruang aman bagi pasangan untuk berbicara secara santai sebelum terlelap—mulai dari curhat ringan, evaluasi hari, hingga saling memastikan kondisi masing-masing. Kebiasaan ini membangun koneksi emosional yang konsisten dan meningkatkan perasaan kedekatan, bahkan pada hubungan jarak jauh.

  3. Memberikan Rasa Aman dan Tenang

    Mendengar suara orang yang dicintai dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin, yaitu hormon yang berhubungan dengan rasa nyaman dan kepercayaan. Hal ini membuat tubuh lebih rileks, menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik (respons “fight or flight”), dan membantu seseorang tidur lebih cepat.

    Mengenal Jenis Sudut yang Besarnya Lebih dari 90 Derajat

  4. Membentuk Rutinitas Tidur yang Lebih Teratur

    Beberapa pasangan menggunakan sleep call sebagai sinyal bahwa waktu tidur sudah tiba. Rutinitas ini dapat membantu membentuk sleep hygiene yang baik, terutama bila dilakukan secara konsisten pada jam yang sama. Ritme tidur yang stabil berdampak positif terhadap kualitas tidur dan energi harian.

  5. Menurunkan Stres Sebelum Tidur

    Obrolan ringan sebelum tidur membantu mengalihkan pikiran dari tekanan pekerjaan atau masalah sehari-hari. Proses ini memberi kesempatan tubuh untuk masuk ke mode relaksasi. Bahkan, mendengar napas pasangan yang mulai teratur saat tidur dapat menciptakan suasana yang menenangkan.

Dampak Negatif Sleep Call bagi Kesehatan

Meskipun sleep call memiliki manfaat, kebiasaan ini juga memiliki potensi dampak negatif terhadap kesehatan jika dilakukan secara berlebihan. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  1. Gangguan Kualitas Tidur

    Cahaya dari layar ponsel, suara notifikasi, atau percakapan yang terputus-putus dapat mengganggu siklus tidur alami. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine, penggunaan ponsel sebelum tidur dapat menekan produksi hormon melatonin, yang penting untuk mengatur siklus tidur.

  2. Ketergantungan

    Terlalu sering melakukan sleep call dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga sulit tidur tanpa kehadiran suara pasangan. Hal ini bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur secara mandiri dan meningkatkan rasa cemas jika tidak bisa berkomunikasi.

    Snap Out of It meaning in Indonesian and how to use it

  3. Masalah Kesehatan Fisik

    Paparan radiasi ponsel yang terlalu lama dapat menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Selain itu, posisi ponsel yang didekatkan dengan kepala selama tidur bisa memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan umum.

  4. Risiko Kebakaran

    Keinginan untuk tetap terhubung sepanjang malam sering kali membuat Anda melakukan sleep call sambil mengisi daya (charge) ponsel di dekat tempat tidur. Ponsel yang sedang digunakan sambil diisi dayanya tentu akan lebih cepat panas. Bantal, selimut, atau kasur yang menyerap panas juga membuat suhu ponsel makin tinggi. Meski risikonya kecil, kondisi tersebut mungkin memicu ponsel untuk meledak.

Tips Melakukan Sleep Call yang Sehat

Untuk meminimalkan risiko negatif dari sleep call, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Batasi Durasi

    Usahakan untuk tidak melakukan sleep call setiap malam. Beri waktu bagi tubuh untuk beristirahat tanpa gangguan. Misalnya, cobalah melakukan sleep call 2-3 kali seminggu saja.

  2. Gunakan Mode Malam

    Aktifkan mode malam pada ponsel untuk mengurangi paparan cahaya biru yang dapat mengganggu tidur. Mode ini biasanya mengubah warna layar menjadi lebih hangat dan mengurangi intensitas cahaya.

  3. Matikan Notifikasi

    Nonaktifkan semua notifikasi agar tidak mengganggu tidurmu atau pasangan. Notifikasi yang terus-menerus bisa mengganggu proses tidur dan membuat kamu sulit terlelap.

  4. Jauhkan Ponsel dari Tempat Tidur

    Letakkan ponsel di meja atau tempat yang agak jauh dari tempat tidur untuk mengurangi paparan radiasi. Ini juga bisa mencegah kebiasaan memainkan ponsel lagi setelah telepon berakhir.

  5. Pertimbangkan Alternatif Lain

    Coba metode lain untuk menjaga keintiman, seperti mengirim pesan suara atau video singkat di siang hari. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih sehat dan tidak mengganggu pola tidur.

Alasan Seseorang Melakukan Sleep Call

Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih untuk melakukan sleep call:

  • Mengurangi Rasa Kesepian: Terutama bagi mereka yang tinggal sendiri atau sedang berjauhan dengan orang yang dicintai.
  • Meningkatkan Kualitas Tidur: Suara orang terdekat dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga membantu lebih mudah terlelap.
  • Mempererat Hubungan: Sleep call menjadi momen berbagi cerita dan perasaan, sehingga memperkuat ikatan emosional.
  • Mengatasi Kecemasan: Bagi sebagian orang, sleep call dapat membantu mengurangi kecemasan dan pikiran negatif sebelum tidur.

Kapan Harus Menghindari Sleep Call?

Beberapa kondisi mengharuskan kamu untuk menghindari sleep call:

  • Saat Merasa Sangat Lelah: Tubuh membutuhkan istirahat yang berkualitas saat merasa lelah. Sleep call dapat mengganggu proses pemulihan tubuh.
  • Saat Memiliki Masalah Tidur: Jika kamu sudah memiliki masalah tidur seperti insomnia, sleep call dapat memperburuk kondisi tersebut.
  • Saat Pasangan Sedang Sakit: Biarkan pasangan beristirahat dengan tenang saat sedang sakit. Sleep call justru dapat mengganggu istirahatnya.

Kesimpulan

Sleep call dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk menjaga hubungan, terutama bagi pasangan LDR. Namun, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas tidur dan kesehatan. Lakukan sleep call dengan bijak dan perhatikan tips yang telah disebutkan untuk meminimalkan risiko negatifnya. Jika kamu mengalami gangguan tidur akibat menjalani sleep call, kamu bisa bicara dengan psikiater atau dokter khusus tidur untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *