Lantai kamar mandi yang sering tergenang air bisa menimbulkan banyak kerusakan. Mulai dari retak pada keramik hingga rembesan ke area sekitar. Karena itu lantai perlu perlindungan ekstra, salah satunya dengan menerapkan waterproofing.
Meski begitu, kita perlu tahu berbagai penyebab utama mengapa air kerap menggenang dalam waktu lama. Bisa jadi, kerusakan saluran dan pipa menjadi dalangnya. Tapi tenang saja, karena solusi untuk masalah ini juga akan dibahas lengkap kali ini!
4 Penyebab Air Kerap Menggenang di Kamar Mandi
Genangan air di kamar mandi memang wajar terjadi. Tapi jika air tak surut dalam waktu lama, ada potensi kerusakan pada kamar mandi Anda. Beberapa penyebab utama yang mungkin terjadi meliputi:
Saluran yang Tersumbat
Pertama, penyebab air sering menggenang adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Anda mungkin mengira air menggenang karena permukaan lantai yang tidak rata. Padahal, kondisi saluran juga sangat berpengaruh.Â
Rambut, sabun, kotoran, atau material lain yang terbawa air bisa menumpuk di dalam pipa dan perlahan menghambat aliran air. Saat tidak segera dibersihkan, air tidak bisa mengalir dengan lancar dan akhirnya kembali menggenang di lantai.Â
Masalah ini tidak hanya membuat kamar mandi terasa lembap dan licin, tetapi juga berpotensi memicu bau tidak sedap dan pertumbuhan jamur. Anda sebaiknya memeriksa saluran secara rutin, terutama pada area yang mudah tersumbat.
Kemiringan Lantai Kurang Tepat
Tanpa kemiringan yang cukup, air bisa tertahan di beberapa titik. Hal ini biasanya terjadi pada lantai yang dipasang tanpa melalui perhitungan yang benar. Permukaan terlalu datar tidak bisa mendorong air mengalir dengan lancar.Â
Akibatnya, air atau percikan dari wastafel cenderung mengumpul di area tertentu. Selain membuat lantai terasa licin, genangan air yang terus-menerus juga bisa merusak nat bahkan menyebabkan kerusakan struktur lantai dalam jangka panjang.Â
Volume Air Berlebih
Tak banyak disadari, penggunaan shower dengan tekanan tinggi atau keran yang terus mengalir dalam waktu lama dapat menghasilkan volume air yang melebihi kapasitas lantai dan saluran pembuangan.Â
Saat air masuk lebih cepat daripada kemampuan saluran air, genangan hampir pasti akan terbentuk. Ini akan lebih parah jika kamar mandi memiliki ukuran kecil atau lantai tidak memiliki kemiringan yang optimal.Â
Kerusakan Pipa Sambungan
Saat pipa mengalami kebocoran atau sambungan tidak rapat, air yang seharusnya dialirkan ke saluran utama bisa merembes keluar dan menumpuk di lantai. Masalah ini biasanya muncul perlahan.
Selain membuat lantai kamar mandi selalu basah, kebocoran pipa juga dapat merusak konstruksi lantai dan membuat nat rusak. Sebaiknya, pastikan untuk memeriksa kondisi pipa secara berkala terutama pada sambungan yang lama.Â
Setelah itu, perbaikan segera pada pipa yang rusak akan membantu mencegah genangan berulang. Gunakan juga waterproofing agar air tidak merembes ke dalam nat.
Empat penyebab di atas bisa membantu Anda mengidentifikasi permasalahan pada genangan air di kamar mandi. Ini adalah kerusakan yang mungkin terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat.
Dampak Lantai yang Sering Tergenang

Dampak Lantai yang Sering Tergenang
Dampak yang muncul pada lantai dengan genangan air terlalu lama cukup banyak. Mulai kerusakan struktur hingga potensi rembes, Anda perlu tahu sebelum menentukan solusi yang tepat!
Kerusakan Struktur
Genangan bukanlah masalah sepele. Kondisi ini membuat air dapat meresap ke bawah lantai. Kelembapan yang berlebihan dapat melemahkan daya rekatnya. Dalam jangka panjang nat menjadi rapuh dan lantai bisa terasa tidak rata saat diinjak.Â
Selain itu, air yang terserap juga dapat merembes ke struktur beton atau kayu di bawah lantai. Kondisi ini menurunkan kekuatan material dan mempercepat kerusakan. Karena itu, sebaiknya kita memperhatikan genangan air sejak awal.
Kerusakan struktur yang terjadi lambat laun seringkali membutuhkan perbaikan yang lebih besar dan mahal.Â
Potensi Rembes
Genangan air yang terjadi terus-menerus juga akan menimbulkan rembesan ke area sekitarnya. Air tidak hanya berhenti di permukaan lantai. Seiring waktu, air dapat meresap melalui nat atau celah kecil di keramik dan menembus lapisan bawah.Â
Kondisi ini membuat lantai terasa lembap, bisa menjalar ke dinding, plesteran, atau bahkan material bangunan di bawahnya. Rembesan yang tidak ditangani sejak awal sering menyebabkan kerusakan lebih serius.
Biasanya akan muncul noda lembap hingga cat mengelupas. Pastikan untuk segera memperbaiki sumber masalah, contohnya dengan penerapan waterproofing pada lantai.
Risiko Kesehatan
Adanya genangan air yang dibiarkan terlalu lama menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain yang berbahaya. Paparan jamur dan bakteri ini bisa menyebabkan iritasi kulit, alergi, hingga masalah pernapasan.Â
Selain itu, lantai yang selalu basah juga meningkatkan kemungkinan terpeleset atau jatuh yang bisa menyebabkan cedera fisik.Â
Risiko genangan air cukup banyak, bukan? Ini memang memerlukan penanganan tepat agar dampaknya tak menjalar terlalu lama.
Cegah Lantai Kamar Mandi dari Rembes dengan Waterproofing yang Tepat!
Setelah pipa dan kemiringan lantai diperbaiki, masalah genangan air akan hilang dengan aplikasi waterproofing untuk melindungi permukaan lantai. Anda bisa mengandalkan SikaTop-107 Seal ID dari Sika dengan berbagai keunggulannya.
Produk ini kedap air, tidak beracun, mudah diaplikasikan, dan memiliki daya rekat yang baik. Selain itu, SikaTop-107 Seal ID juga tahan abrasi dan erosi, tidak menimbulkan retak, dan tidak korosif. Cocok untuk lantai kamar mandi Anda.
Memilih lapisan pelindung Sika sangat tepat karena telah dipercaya dalam meng-handle proyek internasional selama 115 tahun seperti Kompleks Perumahan Mirador de los Ocobos di Colombia. Selain itu, Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia.Â
Waterproofing Sika akan melindungi kamar mandi Anda dari risiko genangan air yang terus-menerus. Mari dapatkan produk langsung di Shopee Official Store Sika!


Komentar