Food Vloger
Beranda » Blog » Pengaruh Food Vloger terhadap Perubahan Pola Konsumsi Pangan Gen-Z

Pengaruh Food Vloger terhadap Perubahan Pola Konsumsi Pangan Gen-Z

HALO NUSANTARA – Di era yang serba digital, media sosial memiliki peran yang krusial dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk Gen-Z. Karena media sosial adalah ruang yang paing sering diakses. Jenis konten yang cukup popular akhir-akhir ini adalah konten mereview makanan yang di lakukan oleh food vlogger di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan tak jarang X. Para food vlogger biasanya menampilkan review makanan, rekomendasi tempat makan, sampai tren kuliner terbaru. Kehadiran mereka tidak hanya mempengaruhi industri kuliner, namun juga membawa perubahan yang penting terhadap pola konsumsi pangan Gen-Z.

Selain memberikan ulasan tentang rasa dan tekstur dari makanan, tak jarang mereka turut memanjakan para penonton terutama Gen-Z dengan editan visual yang menarik sekaligus menjelaskan tentang suasana dari tempat yang mereka kunjungi.

Konten-konten yang kreatif inilah yang membuat para penonton yang kebanyakan Gen-z menjadi lebi mudah untuk mendapatkan informasi mengenai makanan tanpa harus mencobanya terlebih dahulu.

Biasanya para penonton lebih suka atau tertarik dengan gaya video storytelling. Alasannya simple, karena Food vlogger menjelaskan makanan tersebut dengan lebih rinci, mulai dari rasa, tekstur, sensasi, bahkan suasana serta kondisi tempat yang mereka datangi turut di jelaskan.

Pengaruh Food vlogger mulai terlihat dalam kebiasaan makan Gen-Z. Beberapa perubahan yang bisa diamati antara lain adalah ;

Cara Menulis Sholat yang Benar: Panduan Lengkap untuk Pemula

  1. Meningkatnya minat terhadap makanan viral; makanan yang awalnya tak dikenal bisa menjadi tren hanya dalam hitungan hari karena sudah diulas oleh Food vlogger terkenal.
  2. Perubahan preferensi dalam memilih makanan; tak jarang Gen-Z lebih memikirkaan estetika, rasa yang unik, dan juga pengalaman dari makanan yang dipilih dibandingkan nilai gizinya.
  3. Peningkatan konsumsi makanan cepat saji ysang rata-rata memiliki kalori yang tinggi; banyak konten kreator yang memfokuskan review pada makanan yang tinggi lemak, gula, dan lainnya yang membuat pola makan menjadi tak seimbang.
  4. Adanya perpaduan antara makanan viral yang tak sehat dan pola makan clean eating; Ada beberapa konten kreator yang mulai memperkenalkan gaya hidup sehat melalui clean eating, yaitu pola makanan yang alami dan minim proses.

 

Meskipun makanan viral masih yang paling popular, namun Sebagian GenZ sudah mulai tertarik dengan pola hidup sehat seperti clean eating, mengkonsumsi real food, melakukan olahraga dan kegiatan hidup sehat lainnya. Tujuannya adalah untuk menjaga bentuk tubuh dan menginginkan hidup yang lebih sehat. Konten clean eating biasanya menampilkan makanan yang sederhana, minim proses, dan lebih natural tanpa bumbu berlebih. Banyak yang mengikuti tren ini, namun tak sedikit yang hanya melakukannya sesekali. Terutama saat ingin “detox” setelah terlalu sering mengkonsumsi jajanan viral yang tak sehat.

Alasan utama kenapa Gen-z sangat mudah terpengaruh adalah karena ;

  1. Visual dari video yang menggugah selera,
  2. FOMO atau takut ketinggalan tren,
  3. Influencer dianggap lebih jujur dan relatable,
  4. Dan yang terakhir karena informasi yang cepat dan gampang diakses.

Faktor-faktor itulah yang membuat Gen-Z jauh lebih mudah terpengaruh dibanding generasi sebelumnya.

Secara keseluruhan, food vlogger memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap cara Gen-Z memilij dan mengonsumsi makanan. Tren makanan viral dan gaya clean eating berjalan berdampingan, meski makanan viral tetap lebih mendominasi. Gen-Z perlu lebih selektif dalam mengikuti tren kuliner agar tetap bisa menikmati makanan kekinian tanpa mengabaikan kesehatan.

Menikmati Dunia Komik Digital Lebih Nyaman Bersama Komik8.online

Penulis: Rashya Aludra Afadianto – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *