Beranda » Blog » Program MBG 3B dan Cerita yang Tak Tercatat dalam Laporan

Program MBG 3B dan Cerita yang Tak Tercatat dalam Laporan

HALO NUSANTARA – Dalam laporan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), indikator keberhasilan utama ditampilkan dalam deretan angka, berupa jumlah penerima manfaat, porsi makanan yang dibagikan, hingga frekuensi layanan. Angka-angka tersebut penting sebagai tolok ukur program. 

Namun di baliknya, ada cerita yang tidak pernah masuk perhitungan. Padahal, di sanalah dampak program ini terasa nyata. Di Posyandu Cempaka, Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, para kader mengenali perubahan bukan dari grafik, melainkan dari percakapan sehari-hari dengan ibu penerima manfaat. 

“Kalau anaknya lagi susah makan, ibunya biasanya cerita ke kami. Itu tidak ada di laporan, tapi kami tahu,” ujar salah satu Kader Posyandu Cempaka, Nurhayati, Jumat (26/12).

Hal serupa juga dirasakan di Posyandu Mawar 1, Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Para kader di sana, mencatat adanya perubahan ritme kehadiran penerima manfaat dari kelompok MBG 3B yang  semakin disiplin seiring adanya kepercayaan. 

“Dulu ada yang sering terlambat. Sekarang mereka datang lebih awal,” ujar Darsiah, selaku Kader Posyandu Mawar 1. 

Simulasi APAR Pelindo Tower Perkuat Budaya Keselamatan Dan Kesiapan Hadapi Kebakaran

Dari sisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), juga merasakan hal yang sama. “Angka memang bisa naik turun, tapi cerita di baliknya yang membuat kami tetap berjalan,” kata Relawan SPPG Jatiwaringin, Andi. 

Ia menyebut keputusan-keputusan kecil, seperti menunggu penerima manfaat, menyesuaikan waktu penyaluran, atau mengulang pembuatan porsi makanan tidak pernah tercatat dalam laporan, namun justru efeknya membesarkan hati para pelaksana di lapangan.

Cerita-cerita mikro ini tidak menggantikan angka, tetapi melengkapinya. Tanpa cerita, angka menjadi dingin. Sementara tanpa angka, cerita kehilangan konteks. Program MBG bekerja di pertemuan keduanya.

Bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dampak program acap hadir dalam bentuk sederhana, seperti anak mau menghabiskan makanannya, atau ritme makan keluarga menjadi lebih teratur. Di sanalah MBG 3B tumbuh, bukan hanya pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga cerita-cerita kecil yang berdenyut di rumah tangga.

Mahasiswa ISI Surakarta Ikuti Peringatan Hari Batik Nasional di Kota Pekalongan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *