Dalam dunia komunikasi, kata-kata sering kali memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks penggunaannya. Salah satu kata yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, adalah “done”. Meskipun secara harfiah kata ini bisa diartikan sebagai “selesai” atau “sudah”, namun maknanya bisa lebih luas dan kompleks tergantung situasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap arti kata “done” dalam bahasa Indonesia serta bagaimana penggunaannya dalam berbagai konteks.
Kata “done” memang menjadi topik menarik karena sering digunakan dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal. Di samping itu, penggunaan “done” juga bisa bervariasi tergantung pada tata bahasa dan kebiasaan berbicara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami arti dan penggunaan kata ini dengan tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi.
Selain itu, pemahaman tentang “done” juga sangat berguna bagi mereka yang sedang belajar bahasa Inggris. Kata ini tidak hanya digunakan dalam kalimat formal, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari, bahkan dalam bentuk idiom atau ungkapan khas. Dengan memahami arti dan penggunaan “done”, Anda akan lebih mudah mengenali dan memahami konteks kalimat yang menggunakan kata tersebut.
Apa Itu “Done” dalam Bahasa Indonesia?
Secara umum, “done” dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “selesai”, “sudah”, atau “telah”. Namun, istilah ini tidak selalu digunakan dalam bahasa Indonesia secara langsung. Sebaliknya, “done” lebih sering digunakan dalam bahasa Inggris, terutama dalam konteks percakapan dan penulisan. Namun, banyak orang Indonesia yang mulai mengadopsi kata ini dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam lingkungan bisnis atau teknologi.
Dalam konteks bahasa Inggris, “done” merupakan bentuk ketiga dari kata kerja “do” (V3), yang biasanya digunakan dalam struktur perfect tense seperti present perfect atau past perfect. Misalnya, dalam kalimat “I have done my homework”, “done” digunakan untuk menyatakan bahwa pekerjaan rumah sudah selesai dikerjakan. Selain itu, “done” juga bisa berfungsi sebagai kata sifat (adjective) dalam beberapa situasi, seperti “Are you done?” yang berarti “Apakah kamu sudah selesai?”
Fungsi dan Penggunaan “Done” dalam Bahasa Inggris
Untuk memahami lebih jauh tentang “done”, mari kita lihat beberapa fungsi dan contoh penggunaannya dalam bahasa Inggris:
- Sebagai Past Participle dalam Perfect Tense
Dalam struktur perfect tense, “done” digunakan bersama dengan kata bantu “have”, “has”, atau “had”. Contohnya: - I have done my work. (Saya telah menyelesaikan pekerjaan saya).
-
She has done the task. (Dia telah menyelesaikan tugas itu).
-
Dalam Kalimat Pasif (Passive Voice)
Dalam kalimat pasif, “done” digunakan dengan kata kerja bantu “be” dalam berbagai bentuk tenses. Contohnya: - The project is done by the team. (Proyek itu diselesaikan oleh tim).
-
The problem was done quickly. (Masalah itu diselesaikan dengan cepat).
-
Sebagai Kata Sifat (Adjective)
“Done” juga bisa berfungsi sebagai kata sifat untuk menjelaskan kondisi suatu benda atau situasi. Contohnya: - Are you done? (Apakah kamu sudah selesai?).
-
The job is done. (Pekerjaan itu sudah selesai).
-
Dalam Konteks Makanan
Dalam konteks memasak, “done” berarti makanan sudah matang. Contohnya: - The cake is done. (Kue itu sudah matang).
-
The chicken is done when it turns golden brown. (Ayam itu sudah matang ketika berwarna cokelat keemasan).
-
Dalam Konteks Emosional
“Done” juga bisa digunakan untuk menyampaikan perasaan lelah atau muak. Contohnya: - I’m done with this. (Saya sudah muak dengan ini).
- I’m so done with this situation. (Saya benar-benar muak dengan situasi ini).
Perbedaan Antara “Done”, “Did”, dan “Do”
Untuk memperjelas penggunaan “done”, penting untuk memahami perbedaan antara “done”, “did”, dan “do” dalam bahasa Inggris:
- Do/Does (V1): Digunakan dalam masa sekarang (Present Tense). Contoh: I do my homework every day.
- Did (V2): Digunakan dalam masa lampau (Simple Past Tense). Contoh: I did my homework yesterday.
- Done (V3): Digunakan dalam perfect tense dan kalimat pasif. Contoh: I have done my homework.
Perbedaan ini sangat penting untuk digunakan agar struktur kalimat yang dibuat benar dan alami.
Idiom Populer yang Menggunakan Kata “Done”
Selain digunakan dalam kalimat biasa, “done” juga sering muncul dalam idiom atau ungkapan khas dalam bahasa Inggris. Berikut beberapa contohnya:
- Well done: Berarti “kerja bagus” atau “bagus sekali”. Contoh: Well done! You did a great job.
- Easier said than done: Berarti “lebih mudah diucapkan daripada dilakukan”. Contoh: It sounds easy, but it’s easier said than done.
- Done and dusted: Berarti “selesai sepenuhnya dan tidak perlu khawatir lagi”. Contoh: The project is done and dusted.
- Done deal: Berarti “kesepakatan yang sudah final”. Contoh: We have a done deal.
- What’s done is done: Berarti “apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah”. Contoh: What’s done is done; we can’t change it now.
Penggunaan “Done” dalam Bahasa Indonesia
Meskipun “done” bukan kata baku dalam bahasa Indonesia, banyak orang Indonesia yang mulai menggunakannya dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam lingkungan bisnis, teknologi, atau media sosial. Dalam konteks ini, “done” sering digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu sudah selesai atau telah dilakukan. Contoh penggunaannya dalam bahasa Indonesia:
- “Aku sudah done.” (Saya sudah selesai).
- “Ini done.” (Ini sudah selesai).
- “Buku ini done.” (Buku ini sudah selesai ditulis).
Namun, dalam bahasa Indonesia formal, kata-kata seperti “selesai”, “sudah”, atau “telah” lebih disarankan untuk digunakan agar komunikasi lebih jelas dan sopan.
Kesimpulan
Mengerti arti dan penggunaan kata “done” sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin memahami bahasa Inggris dengan lebih baik. Meskipun secara harfiah “done” berarti “selesai”, maknanya bisa bervariasi tergantung pada konteks. Dalam bahasa Inggris, “done” sering digunakan dalam perfect tense, kalimat pasif, dan sebagai kata sifat. Sementara dalam bahasa Indonesia, meskipun “done” bukan kata baku, banyak orang mulai menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Dengan memahami arti dan penggunaan “done”, Anda akan lebih mudah memahami dan menggunakannya dalam berbagai situasi, baik dalam percakapan informal maupun formal. Jadi, jangan ragu untuk mencoba menggunakan “done” dalam percakapan Anda, asalkan sesuai dengan konteksnya.


Komentar