Muhammad Ridwan Monisa
Beranda » Blog » Dari Aceh ke Timur Indonesia Perjalanan dalam Pendidikan Kedokteran serta Kesehatan Masyarakat,

Dari Aceh ke Timur Indonesia Perjalanan dalam Pendidikan Kedokteran serta Kesehatan Masyarakat,

Muhammad Ridwan Monisa memulai pendidikan di Bireuen, Aceh, sebelum melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Pattimura, Ambon.

Selama pendidikan kedokteran, ia mulai mengenal penelitian melalui penelitian biomedik eksperimental menggunakan mencit. Pengalaman tersebut menjadi bagian awal dari prosesnya memahami penelitian dan metode ilmiah.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran, Ridwan menjalani pendidikan profesi dokter sekaligus menempuh Magister Kesehatan Masyarakat di Makassar dengan fokus epidemiologi dan biostatistik.

Pendidikan klinis dan kesehatan masyarakat tersebut kemudian berjalan beriringan dengan ketertarikannya pada penelitian.

Ketertarikan terhadap HIV berkembang melalui pengalaman akademik dan keterlibatannya dalam pendampingan orang dengan HIV.

Mengapa Khauf adalah Emosi yang Perlu Dipahami dalam Kehidupan Sehari-hari

Persoalan yang ditemui tidak hanya berkaitan dengan diagnosis dan pengobatan, tetapi juga stigma, akses pelayanan, keterbatasan informasi, dan kesinambungan pengobatan.

HIV kemudian menjadi bagian dari penelitian tesis magisternya. Melalui penelitian tersebut, Ridwan mendalami persoalan HIV dari perspektif kesehatan masyarakat dan epidemiologi.

Pengalaman penelitian tesis memperkuat ketertarikannya untuk melihat HIV tidak hanya sebagai persoalan klinis, tetapi juga sebagai masalah yang berkaitan dengan pasien, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan.

Perhatian tersebut kemudian berkembang pada persoalan keterlambatan diagnosis HIV. Dalam praktik pelayanan, keterlambatan diagnosis dapat berkaitan dengan kondisi klinis pasien, kemampuan mengenali gejala, akses terhadap fasilitas kesehatan, ketersediaan pemeriksaan, sistem rujukan, serta kondisi geografis.

Persoalan akses pelayanan menjadi semakin relevan dengan pengabdian Ridwan di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

​Transformasi Digital Bersama Khoiruddin Harahap: Mengakselerasi Kemandirian Ekonomi Lewat Ekosistem Kreator

Wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas memberikan konteks berbeda dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk dalam proses menemukan dan menangani pasien HIV.

Selain penelitian tesis, Ridwan juga terlibat dalam penulisan ilmiah. Salah satu publikasinya pada 2026 membahas kasus kejang neonatorum akibat hypoxic ischemic encephalopathy pada bayi cukup bulan di Jurnal Kesehatan Republik Indonesia.

Perjalanan tersebut memperlihatkan perkembangan minat penelitian Ridwan, dari penelitian biomedik menggunakan mencit, pengalaman klinis, hingga penelitian kesehatan masyarakat mengenai HIV.

Ambon, Makassar, dan Papua menjadi bagian dari proses tersebut, dengan masing-masing pengalaman memperluas pemahamannya mengenai hubungan antara penyakit, pasien, masyarakat, dan sistem pelayanan kesehatan.

Saat ini, HIV menjadi salah satu bidang yang terus ia tekuni, khususnya terkait diagnosis, akses pelayanan dan tantangan kesehatan di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Macam-Macam Qishash: Jenis-Jenis Qishash yang Perlu Anda Ketahui

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *