Apa Itu Flowchart? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
Flowchart atau diagram alir adalah salah satu alat yang sangat penting dalam berbagai bidang, terutama dalam pengembangan software, perencanaan bisnis, manajemen proyek, dan desain sistem. Dengan menggunakan flowchart, seseorang dapat memvisualisasikan alur proses atau logika dari suatu sistem secara sistematis dan jelas. Ini membuatnya menjadi alat yang sangat berguna untuk menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan berbagai proses.
Dalam dunia teknologi informasi, flowchart sering digunakan sebagai alat bantu untuk memahami algoritma, mengidentifikasi kesalahan dalam proses, serta meningkatkan efisiensi kerja. Namun, meskipun istilah ini sudah cukup dikenal, banyak orang masih belum sepenuhnya memahami apa itu flowchart, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana simbol-simbolnya digunakan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian flowchart, fungsi-fungsinya, jenis-jenis flowchart, simbol-simbol yang digunakan, dan contoh penerapannya dalam kehidupan nyata. Dengan penjelasan yang rinci dan mudah dipahami, artikel ini akan memberikan wawasan yang komprehensif tentang flowchart, baik bagi pemula maupun profesional.
Apa Itu Flowchart?
Flowchart adalah sebuah diagram yang digunakan untuk merepresentasikan alur proses atau algoritma dalam suatu sistem. Diagram ini menggunakan simbol-simbol standar untuk menunjukkan aktivitas, kondisi, dan alur logika dari proses yang digambarkan. Flowchart bisa digunakan dalam berbagai bidang seperti pengembangan perangkat lunak, perencanaan bisnis, manajemen proyek, dan lain-lain.
Menurut ahli sistem, Dr. Larry Constable, flowchart adalah sebuah diagram yang menggambarkan alur proses atau alur logika suatu sistem, yang digunakan untuk menganalisis, merepresentasikan, dan mendokumentasikan proses bisnis, sistem komputer, dan software. Sementara itu, Dr. John O. Whitney menyebut flowchart sebagai alat untuk menggambarkan alur kerja dari suatu sistem atau proses dengan menggunakan simbol-simbol standar.
Secara umum, flowchart digunakan untuk memudahkan pemahaman tentang alur proses, menemukan kesalahan atau kekurangan dalam sistem, dan meningkatkan efisiensi suatu proses. Dengan adanya flowchart, proses yang kompleks dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Fungsi Flowchart
Flowchart memiliki beberapa fungsi utama yang menjadikannya alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa fungsi flowchart:
-
Memperjelas Alur Proses atau Alur Logika Suatu Sistem
Flowchart memudahkan dalam memahami alur proses atau alur logika suatu sistem yang mungkin terlihat rumit atau sulit dipahami. -
Mengidentifikasi Kesalahan atau Kekurangan dalam Sistem
Flowchart memudahkan dalam menemukan kesalahan atau kekurangan dalam suatu sistem, seperti proses yang tidak sesuai atau alur logika yang salah. -
Meningkatkan Efisiensi Suatu Proses
Flowchart memudahkan dalam mengevaluasi dan mengoptimalkan alur proses atau alur logika suatu sistem, sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses. -
Memberikan Panduan dalam Pengembangan Sistem
Flowchart dapat digunakan sebagai panduan dalam pengembangan sistem, seperti dalam pengembangan perangkat lunak atau perencanaan bisnis. -
Menjelaskan Bagaimana Suatu Sistem Bekerja
Flowchart dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu sistem bekerja pada orang yang tidak familiar dengan sistem tersebut. -
Memudahkan Komunikasi dalam Tim
Flowchart memudahkan dalam komunikasi antar anggota tim dalam proyek, seperti dalam pengembangan perangkat lunak atau manajemen proyek. -
Memudahkan dalam Pembuatan Keputusan
Flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan alur pembuatan keputusan dalam suatu proses atau sistem, sehingga memudahkan dalam menentukan pilihan yang tepat.
Jenis-Jenis Flowchart
Ada beberapa jenis flowchart yang sering digunakan, tergantung pada tujuan dan konteks penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis flowchart yang umum digunakan:
-
Flowchart Proses
Digunakan untuk menggambarkan alur proses atau alur kerja dari suatu sistem atau aktivitas. -
Flowchart Algoritma
Digunakan untuk menggambarkan alur logika dari suatu algoritma atau program komputer. -
Flowchart Sistem
Digunakan untuk menggambarkan alur logika dari suatu sistem atau proses yang lebih kompleks. -
Flowchart Struktur Kontrol
Digunakan untuk menggambarkan alur logika dari suatu struktur kontrol dalam pemrograman, seperti percabangan (if-then-else) dan perulangan (for, while). -
Flowchart Pembuatan Keputusan
Digunakan untuk menggambarkan alur logika dari suatu proses pembuatan keputusan. -
Flowchart DFD (Data Flow Diagram)
Digunakan untuk menggambarkan aliran data dalam suatu sistem atau proses. -
Flowchart Swimlane
Digunakan untuk menggambarkan alur proses atau alur kerja dari suatu sistem yang dikelompokkan berdasarkan role atau otoritas. -
Flowchart UML (Unified Modeling Language)
Digunakan untuk menggambarkan alur proses atau alur kerja dari suatu sistem yang dikelompokkan berdasarkan use case.
Setiap jenis flowchart memiliki kegunaan dan kelebihan masing-masing. Pemilihan jenis flowchart yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa alur proses atau logika yang digambarkan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
Simbol-Simbol Flowchart
Flowchart menggunakan simbol-simbol khusus untuk menggambarkan langkah-langkah atau tindakan dalam proses tersebut. Berikut adalah beberapa simbol flowchart yang umum digunakan:
-
Terminal (Start/Stop)
Simbol oval yang menunjukkan awal atau akhir dari suatu proses. -
Process
Simbol kotak atau proses, digunakan untuk menandai langkah atau tindakan dalam proses tersebut. -
Decision
Simbol berbentuk belah ketupat atau decision, digunakan untuk menandai keputusan yang harus diambil dalam proses tersebut. -
Input/Output
Simbol yang menunjukkan input atau masukan yang diperoleh dari luar sistem atau proses. -
Connector
Simbol yang digunakan untuk menghubungkan dua halaman atau lembar flowchart yang berbeda. -
Predefined Process
Simbol yang menunjukkan proses atau tindakan yang telah ditentukan sebelumnya. -
Database
Simbol yang menunjukkan penyimpanan data dalam sistem atau proses. -
Manual Operation
Simbol ini menunjukkan operasi atau tindakan yang dilakukan secara manual oleh manusia dalam suatu sistem atau proses. -
Document
Simbol document adalah simbol yang menunjukkan dokumen atau data tertentu dalam suatu sistem atau proses. -
Flow Line
Garis yang menghubungkan simbol-simbol dalam flowchart dan menunjukkan arah aliran proses atau data.
Setiap simbol memiliki arti dan fungsi tertentu, sehingga dapat membantu dalam memahami alur proses dan memudahkan dalam membuat suatu sistem atau prosedur.
Contoh Flowchart
Sebuah flowchart juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan algoritma, terlepas dari kompleksitasnya. Berikut adalah contoh sederhana dari flowchart yang menunjukkan proses perhitungan keuntungan dan kerugian:
- Mulai dengan pengguna yang menginputkan data berupa nilai pemasukan.
- Kemudian pengguna menginput data yang berupa nilai pengeluaran.
- Apakah nilai pendapatan lebih besar dari pengeluaran?
- Jika ya, hitung nilai Keuntungan dengan rumus Pendapatan – Pengeluaran.
- Print “Keuntungan”.
- Jika tidak, hitung nilai Kerugian dengan rumus Pengeluaran – Pendapatan.
- Print “Kerugian”.
- Selesai.
Contoh ini menunjukkan bagaimana flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan alur proses dalam suatu sistem. Dengan menggunakan flowchart, proses yang kompleks dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Cara Kerja Flowchart
Untuk membuat flowchart yang efektif, berikut adalah langkah-langkah umum dalam cara kerjanya:
-
Identifikasi Proses atau Sistem yang Akan Digambarkan
Pertama-tama, tentukan proses atau sistem yang akan digambarkan dalam flowchart. -
Pemilihan Simbol-Simbol Standar
Setelah proses atau sistem yang akan digambarkan ditentukan, pilih simbol-simbol standar yang akan digunakan dalam flowchart. -
Penggambaran Alur Proses atau Alur Logika
Setelah simbol-simbol standar ditentukan, gambar alur proses atau alur logika dari proses atau sistem yang akan digambarkan. -
Penambahan Detail
Setelah alur proses atau alur logika ditentukan, tambahkan detail-detail yang diperlukan seperti nama aktivitas atau kondisi yang digambarkan. -
Pengecekan dan Perbaikan
Setelah flowchart selesai dibuat, periksa kembali flowchart tersebut untuk memastikan bahwa alur proses atau alur logika yang digambarkan sudah benar dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. -
Penyajian
Flowchart harus dipresentasikan dengan jelas dan mudah dipahami, agar orang yang melihat flowchart dapat dengan mudah memahami alur proses atau alur logika dari sistem yang digambarkan.
Tips Membuat Flowchart yang Efektif
Agar flowchart yang dibuat efektif dan mudah dipahami, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:
-
Gunakan Simbol Standar
Flowchart harus menggunakan simbol-simbol standar yang diterima secara umum, agar mudah dipahami oleh orang yang melihatnya. -
Pastikan Alur Logika Jelas
Flowchart harus menggambarkan alur logika yang jelas dan sesuai dengan proses yang digambarkan, agar mudah dipahami dan diikuti. -
Jaga Konsistensi
Flowchart harus menjaga konsistensi dalam penggunaan simbol dan alur logika, agar mudah dipahami dan diikuti. -
Jelaskan Setiap Simbol
Flowchart harus menjelaskan setiap simbol yang digunakan, agar mudah dipahami oleh orang yang melihatnya. -
Perhatikan Detail
Flowchart harus memperhatikan detail dari proses yang digambarkan, agar tidak ada kesalahan atau kekurangan dalam alur logika yang digambarkan. -
Buat Flowchart yang Sederhana
Flowchart harus dibuat sederhana dan mudah dipahami, agar tidak membingungkan orang yang melihatnya. -
Update Flowchart Secara Berkala
Flowchart harus diupdate secara berkala, agar sesuai dengan perubahan dalam proses yang digambarkan. -
Buat Flowchart yang Mudah Dibaca
Flowchart harus dibuat dengan ukuran yang cukup besar dan jelas, agar mudah dibaca. -
Gunakan Flowchart yang Tepat
Flowchart harus digunakan sesuai dengan konteks dari proses atau sistem yang digambarkan, agar mudah dipahami.
Kesimpulan
Flowchart adalah sebuah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur logika dari suatu sistem atau proses, dengan menggunakan simbol-simbol standar untuk menunjukkan aktivitas, kondisi, dan alur logika dari proses yang digambarkan. Flowchart digunakan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan perangkat lunak, manajemen proyek, perencanaan bisnis, proses produksi, proses pemasaran, sistem manajemen, dan proses administratif untuk membantu dalam menganalisis, merepresentasikan, dan mendokumentasikan proses-proses tersebut.
Dengan memahami pengertian, fungsi, jenis, simbol, dan contoh flowchart, kita dapat menggunakan alat ini dengan lebih efektif dalam berbagai situasi. Flowchart tidak hanya membantu dalam memahami alur proses, tetapi juga dalam meningkatkan efisiensi, mengidentifikasi kesalahan, dan memudahkan komunikasi antar tim.
Dengan demikian, flowchart merupakan alat yang sangat penting dalam berbagai bidang, dan pemahaman yang baik tentang alat ini akan sangat membantu dalam pengembangan sistem dan proses bisnis.


Komentar