HALO NUSANTARA – BANYUANYAR, Seorang Mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Amelia Putri Ayu Kumala Kartika Dewi, berhasil mengembangkan dan menciptakan motif batik khas Desa Banyuanyar melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa.
Motif batik yang diciptakan diberi nama”Gunungan Tirta Amerta”, sebuah karya yang mengangkat potensi lokal Desa Banyuanyar melalui visualisasi elemen kopi, jahe, susu, dan madu, yang dipadukan dengan deretan ikon khas Boyolali berupa susu tumpah. Keseluruhan unsur tersebut dirangkai dalam bentuk gunungan sebagai simbol sumber kehidupan, kesejahteraan, serta harmoni antara alam, manusia, dan budaya lokal.
Penciptaan motif ini diawali dengan riset lapangan dan penggalian potensi desa, baik dari sisi produk unggulan maupun nilai filosofis yang hidup di tengah masyarakat. Elemen kopi, jahe, susu, dan madu merepresentasikan kekayaan alam serta aktivitas ekonomi masyarakat, sementara ikon susu tumpah Boyolali menjadi penegas identitas wilayah yang terintegrasi dalam satu komposisi batik khas.

Dalam proses pengembangannya, Amelia didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Agung Cahyana, S.T., M.Eng., yang memberikan arahan dalam perumusan konsep,penyederhanaan visual motif, hingga penguatan identitas desain
Motif batik Gunungan Tirta Amerta tidak hanya dirancang sebagai karya visual, tetapi juga sebagai media edukasi dan penguatan identitas desa. Motif ini direncanakan dapat diaplikasikan pada berbagai produk batik serta dimanfaatkan sebagai bahan ajar, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Sebagai bentuk perlindungan atas orisinalitas karya, motif batik Gunungan Tirta Amerta telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pendaftaran ini menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas motif sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon khas Desa Banyuanyar. “Ujar Amelia”
Melalui program MBKM Membangun Desa, penciptaan motif batik ini diharapkan mampu menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pelestarian budaya, pengembangan potensi lokal, serta penguatan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa.


Komentar