Beranda » Blog » Mengenal Wisata Tanah Lot: Sejarah, Keindahan, dan Tips Berkunjung

Mengenal Wisata Tanah Lot: Sejarah, Keindahan, dan Tips Berkunjung

Bali tidak hanya dikenal sebagai pulau wisata yang kaya akan budaya dan alam, tetapi juga menjadi tujuan favorit bagi para penggemar wisata religius dan pemandangan indah. Salah satu destinasi yang paling ikonik dan menarik perhatian wisatawan adalah Pura Tanah Lot. Terletak di tengah laut dengan latar belakang matahari terbenam yang memukau, Pura Tanah Lot menjadi simbol keindahan alam dan kekayaan spiritual masyarakat Bali. Dengan sejarah yang kaya dan pesona yang tak tergantikan, tempat ini telah menjadi salah satu objek wisata paling populer di Indonesia.

Pura Tanah Lot tidak hanya menawarkan pemandangan yang mempesona, tetapi juga memiliki makna penting dalam kepercayaan dan tradisi masyarakat setempat. Berdiri di atas karang besar yang mengapung di tengah laut, pura ini menjadi pusat ritual dan upacara keagamaan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berfoto, menyaksikan matahari terbenam, atau bahkan melihat ular suci yang dipercaya menjaga pura tersebut. Tidak heran jika Pura Tanah Lot selalu masuk dalam daftar kunjungan utama saat berkunjung ke Bali.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Pura Tanah Lot, mulai dari sejarahnya yang unik, keindahan alam dan arsitektur yang memukau, hingga tips untuk berkunjung agar pengalaman Anda semakin maksimal. Dengan informasi yang terperinci dan mudah dipahami, artikel ini akan memberikan panduan lengkap bagi siapa pun yang ingin mengunjungi salah satu situs suci yang paling terkenal di Bali.

Sejarah Pura Tanah Lot

Sejarah Pura Tanah Lot tidak sepenuhnya jelas karena kurangnya prasasti atau sumber tertulis yang mendukung. Namun, cerita-cerita turun-temurun dan kepercayaan masyarakat Bali memberikan gambaran tentang asal usul pura ini. Menurut legenda, Pura Tanah Lot didirikan oleh seorang brahmana bernama Dang Hyang Nitartha, yang dikenal juga sebagai Dang Hyang Dwijendra, pada abad ke-15. Ia datang ke Bali untuk menyebarluaskan agama Hindu dan diterima baik oleh Raja Dalem Waturenggong saat itu.

Saat melakukan meditasi di atas batu besar di daratan, Dang Hyang Nitartha merasa ada sinar yang menarik perhatiannya dari arah Selatan. Ia mengikuti sinar tersebut dan akhirnya menemukan pantai yang indah di Desa Beraban, Tabanan. Di tempat ini, ia mencoba menyebarkan agama Hindu, tetapi menghadapi penentangan dari Bendesa Beraban Sakti, pemimpin desa setempat yang menganut kepercayaan monotheisme.

Alat Musik Tradisional Maluku dalam Pertunjukan Budaya

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dang Hyang Nitartha menggunakan kesaktiannya untuk memindahkan batu besar tersebut ke tengah laut. Setelah dipindahkan, ia membangun sebuah pura di atasnya. Pura ini kemudian dijaga oleh ular hitam-putih yang dikenal sebagai “lipi-poleng”, yang dipercaya sebagai jelmaan dari selendang Dang Hyang Nitartha. Ular ini masih bisa ditemui di lubang-lubang batu karang di sekitar pura hingga saat ini.

Legenda ini memberikan makna spiritual dan keagamaan yang dalam bagi masyarakat Bali. Pura Tanah Lot tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kekuatan spiritual dan keteguhan iman para pendiri agama Hindu di Bali.

Keindahan Alam dan Arsitektur Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot dikenal dengan keindahan alam dan arsitektur yang memukau. Lokasinya yang berada di tengah laut membuat pemandangan yang sangat istimewa. Saat air laut surut, pura ini terlihat seperti pulau kecil yang mengambang di tengah samudra. Sementara itu, saat air pasang, pura ini tampak seperti berada di atas permukaan air, menciptakan efek visual yang menakjubkan.

Arsitektur Pura Tanah Lot juga sangat menarik. Pura ini dibangun dengan konstruksi yang rumit dan detail, mencerminkan seni dan teknik bangunan kuno yang digunakan oleh orang-orang Bali. Struktur utama pura terdiri dari beberapa bagian, termasuk kompleks bangunan utama, pagar batu, dan akses menuju pura melalui jembatan yang terhubung ke daratan.

Selain itu, Pura Tanah Lot juga memiliki banyak pura kecil yang tersebar di sekitarnya. Beberapa di antaranya adalah Pura Njuh Galuh, Pura Batu Bolong, dan Pura Jero Kandang. Setiap pura memiliki makna dan fungsi tersendiri dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Wujud Kebudayaan di Indonesia dan Dunia

Tidak hanya itu, Pura Tanah Lot juga memiliki gua ular suci yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Gua ini dipenuhi oleh berbagai jenis ular laut, termasuk ular lipi-poleng yang dipercaya menjaga pura. Wisatawan juga bisa mengunjungi gua air suci yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan dan energi positif.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pura Tanah Lot

Berwisata ke Pura Tanah Lot tidak hanya sekadar melihat pemandangan, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas seru dan menarik. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke tempat ini:

  1. Menikmati Keindahan Karang

    Pura Tanah Lot terletak di atas karang besar yang mengapung di tengah laut. Wisatawan dapat melihat pemandangan indah dari daratan atau langsung menuju pura melalui jembatan yang menghubungkan ke daratan. Saat air surut, Anda bisa berjalan kaki ke pura tanpa harus menyeberangi air.

  2. Melihat Ular Lipi-Poleng

    Ular lipi-poleng merupakan salah satu daya tarik utama Pura Tanah Lot. Ular ini dipercaya sebagai jelmaan dari selendang Dang Hyang Nitartha dan dianggap sebagai penjaga pura. Wisatawan bisa melihat ular ini di lubang-lubang batu karang saat air surut. Meski tampak menakutkan, ular ini biasanya jinak dan tidak mengganggu jika dikunjungi dengan niat baik.

  3. Bermain Air

    Jika ingin merasakan sensasi berenang di dekat pura, Anda bisa bermain air di sekitar karang. Namun, pastikan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut agar aman.

    Danau Kembar Solok Sumatera Barat view from above

  4. Berburu Spot Foto

    Pura Tanah Lot menjadi lokasi foto yang sangat populer, terutama saat matahari terbenam. Wisatawan bisa mengambil foto dari berbagai sudut untuk mendapatkan pemandangan yang sempurna. Tempat ini juga sering digunakan untuk pre-wedding atau sesi foto profesional.

  5. Menyaksikan Matahari Tenggelam

    Salah satu momen terbaik saat berkunjung ke Pura Tanah Lot adalah menyaksikan matahari terbenam. Disarankan untuk tiba di lokasi sekitar jam 17.00 – 18.00 WITA agar bisa menikmati golden hour yang memukau.

  6. Mengikuti Upacara Keagamaan

    Pura Tanah Lot sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat seperti Piodalan (hari jadi pura) yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Wisatawan juga bisa menyaksikan ritual keagamaan lainnya yang dilakukan oleh umat Hindu Bali.

Tips Berkunjung ke Pura Tanah Lot

Agar pengalaman berkunjung ke Pura Tanah Lot lebih menyenangkan dan lancar, berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:

  1. Waktu Kunjungan

    Untuk menghindari keramaian, sebaiknya kunjungi Pura Tanah Lot di pagi hari atau setelah matahari terbenam. Jika ingin menikmati sunset, datanglah sekitar jam 17.00 – 18.00 WITA.

  2. Persiapkan Perlengkapan

    Bawa baju ganti jika ingin bermain air atau berfoto di dekat karang. Juga, persiapkan perlengkapan pribadi seperti kamera, topi, dan tabir surya.

  3. Jaga Kebersihan

    Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan mengganggu ular atau lingkungan pura. Gunakan area yang sudah disediakan untuk berfoto atau bersantai.

  4. Gunakan Transportasi yang Tepat

    Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, transportasi online, atau sewa mobil untuk menuju lokasi. Jarak dari Bandara Ngurah Rai sekitar 27 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

  5. Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik dewasa adalah Rp20.000, sedangkan anak-anak Rp15.000. Parkir motor Rp2.000, mobil Rp5.000, dan bus Rp10.000. Harga ini sangat terjangkau dan layak untuk pengalaman yang tak terlupakan.

  6. Perhatikan Aturan Keagamaan

    Jika ingin masuk ke dalam pura, pastikan untuk mematuhi aturan keagamaan seperti tidak membawa makanan atau minuman yang tidak sesuai, serta tidak mengganggu prosesi upacara.

Dengan tips-tips di atas, Anda dapat menikmati pengalaman berkunjung ke Pura Tanah Lot dengan lebih nyaman dan memuaskan. Jangan lupa ajak keluarga atau teman-teman untuk berbagi momen indah ini bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *