Beranda » Blog » That Should Be Me artinya dalam lagu dan kehidupan

That Should Be Me artinya dalam lagu dan kehidupan

Apa Arti ‘That Should Be Me’ dalam Lagu dan Kehidupan?

Lagu “That Should Be Me” oleh Justin Bieber telah menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dan diingat oleh banyak orang. Dengan lirik yang menyentuh hati dan melodi yang mengalun, lagu ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cerminan perasaan manusia yang sering kali muncul setelah perpisahan. Terlebih lagi, frasa “That Should Be Me” sendiri memiliki makna mendalam yang bisa diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Banyak orang bertanya-tanya, apa arti dari “That Should Be Me” dalam konteks lagu dan kehidupan nyata?

Dalam dunia musik, “That Should Be Me” adalah sebuah lagu yang dirilis pada tahun 2010 sebagai bagian dari album My World 2.0 milik Justin Bieber. Lagu ini mengekspresikan perasaan kesedihan dan penyesalan seseorang yang merasa posisinya telah digantikan oleh orang lain. Liriknya penuh dengan emosi, membuat pendengar merasa terhubung dengan pengalaman yang sama. Di sisi lain, dalam kehidupan sehari-hari, frasa ini bisa menggambarkan rasa tidak puas atau kekecewaan ketika sesuatu yang diharapkan tidak terjadi seperti yang diinginkan.

Pertanyaan tentang makna “That Should Be Me” bukan hanya terbatas pada konteks lagu, tetapi juga bisa menjadi refleksi atas perasaan yang sering muncul dalam kehidupan manusia. Apakah itu dalam hubungan cinta, karier, atau bahkan dalam keputusan hidup, frasa ini bisa menjadi simbol dari harapan dan kekecewaan yang saling bertolak belakang. Artikel ini akan membahas secara lengkap arti “That Should Be Me”, baik dalam konteks lagu maupun dalam kehidupan nyata, serta bagaimana frasa ini bisa memberikan wawasan baru bagi pembaca.

Makna “That Should Be Me” dalam Lagu Justin Bieber

Lagu “That Should Be Me” oleh Justin Bieber adalah contoh nyata dari ekspresi emosional yang dalam. Dalam liriknya, Justin Bieber menggambarkan perasaan kesedihan dan penyesalan karena perasaannya terhadap mantan kekasih tidak lagi dianggap penting. Ia merasa bahwa segala hal yang dilakukan oleh mantannya kini harusnya dilakukan oleh dirinya sendiri. Frasa “That should be me” muncul berulang kali dalam lirik, menunjukkan betapa dalamnya perasaan tersebut.

The Aviator 2004 movie poster

Contohnya, dalam lirik:

“That should be me holding your hand / That should be me making you laugh”

Ini menunjukkan bahwa Justin merasa bahwa ia seharusnya menjadi orang yang memegang tangan dan membuat sang kekasih tertawa. Namun, kenyataannya, ia kini hanya menjadi penonton yang melihat orang lain melakukan hal-hal tersebut. Hal ini mencerminkan perasaan tidak puas dan kehilangan yang sering dialami oleh seseorang setelah putus cinta.

Selain itu, lirik-lirik lainnya seperti:

“You’re taking him where we used to go / Now if you’re tryna break my heart / It’s working ‘cause you know”

The Bourne Ultimatum movie poster with action scene

Menunjukkan bahwa Justin merasa bahwa mantannya kini sedang bersama orang lain di tempat-tempat yang biasa mereka kunjungi bersama. Ini memperkuat perasaan bahwa ia tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan sang kekasih, dan hal ini sangat menyakitkan baginya.

Secara keseluruhan, makna “That Should Be Me” dalam lagu ini adalah tentang perasaan kehilangan dan penyesalan. Lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan bagaimana perasaan itu bisa muncul setelah perpisahan, dan bagaimana kita bisa merasa bahwa segala sesuatu yang baik seharusnya masih menjadi milik kita.

Peran “That Should Be Me” dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun “That Should Be Me” pertama kali dikenal melalui lagu Justin Bieber, frasa ini juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang merasa bahwa ada hal-hal yang seharusnya mereka dapatkan, tetapi justru tidak terwujud. Misalnya, dalam hubungan cinta, seseorang mungkin merasa bahwa pasangannya seharusnya masih bersamanya, meski kenyataannya sudah berakhir. Dalam karier, seseorang mungkin merasa bahwa posisi atau peluang yang seharusnya menjadi miliknya justru diberikan kepada orang lain.

Perasaan seperti ini sering kali muncul akibat rasa tidak puas atau kekecewaan. Ketika seseorang merasa bahwa sesuatu yang diinginkan tidak tercapai, frasa “That Should Be Me” bisa menjadi ungkapan emosional yang menggambarkan perasaan tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Terkadang, hal-hal yang seharusnya kita dapatkan justru tidak datang, dan itu bisa menjadi pelajaran berharga dalam hidup.

Dalam konteks psikologis, frasa ini juga bisa menjadi indikasi dari rasa ingin kembali ke masa lalu. Banyak orang menginginkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan atau mengubah keputusan yang telah dibuat. Namun, hidup tidak bisa diulang, dan kita harus belajar menerima apa yang telah terjadi.

Makna di Balik ‘The Apartment We Won’t Share’ yang Sedang Viral

Penyebab dan Pengaruh Perasaan “That Should Be Me”

Perasaan “That Should Be Me” sering kali muncul karena beberapa faktor. Pertama, rasa kehilangan. Setelah perpisahan, seseorang seringkali merasa bahwa segala sesuatu yang baik seharusnya masih ada di sampingnya. Kedua, rasa tidak puas. Banyak orang merasa bahwa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, baik dalam hubungan, pekerjaan, atau hidup secara umum. Ketiga, kecemasan akan masa depan. Jika seseorang merasa bahwa sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya tidak terwujud, maka ia bisa merasa cemas dan khawatir.

Pengaruh dari perasaan ini bisa sangat besar. Jika tidak dikelola dengan baik, perasaan “That Should Be Me” bisa memicu stres, depresi, atau bahkan rasa tidak percaya terhadap diri sendiri. Namun, jika dikelola dengan bijak, perasaan ini bisa menjadi motivasi untuk terus berjuang dan belajar dari pengalaman masa lalu.

Bagaimana Menghadapi Perasaan “That Should Be Me”?

Menghadapi perasaan “That Should Be Me” bukanlah hal mudah, tetapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengelolanya. Pertama, terima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kedua, fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol. Ketiga, cari dukungan dari orang-orang terdekat atau profesional. Keempat, luangkan waktu untuk merenung dan mengingat bahwa setiap pengalaman memiliki nilai dan pelajaran.

Dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk tidak terlalu terpaku pada apa yang seharusnya terjadi. Fokuslah pada hal-hal yang bisa dilakukan saat ini, dan jangan biarkan masa lalu menghalangi masa depan. Dengan demikian, perasaan “That Should Be Me” bisa menjadi bagian dari proses pribadi yang lebih matang dan dewasa.

Kesimpulan

Frasa “That Should Be Me” memiliki makna yang dalam, baik dalam konteks lagu maupun kehidupan sehari-hari. Dalam lagu Justin Bieber, frasa ini menggambarkan perasaan kesedihan dan penyesalan akibat perpisahan. Sementara itu, dalam kehidupan nyata, frasa ini bisa menjadi simbol dari harapan dan kekecewaan yang sering muncul. Meskipun perasaan ini bisa menyakitkan, penting untuk diingat bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Dengan cara mengelola perasaan ini dengan bijak, kita bisa belajar dan berkembang menjadi versi diri yang lebih baik.

Artikel ini telah menjelaskan makna “That Should Be Me” secara lengkap, mulai dari konteks lagu hingga aplikasinya dalam kehidupan nyata. Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan baru bagi para pembaca dan membantu mereka memahami lebih dalam tentang perasaan yang sering kali muncul dalam hidup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *