Halo Nusantara, Semarang – Tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (FEB UPGRIS) tengah melaksanakan penelitian mengenai resistensi adaptasi akuntansi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengadopsi sistem akuntansi digital sebagai bagian dari transformasi bisnis di era ekonomi digital.
Ketua tim peneliti FEB UPGRIS Dr. Ira Setiawati, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa digitalisasi akuntansi memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, ketepatan pencatatan transaksi, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat.
Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai bentuk resistensi, mulai dari keterbatasan literasi digital, rendahnya kepercayaan terhadap teknologi, hingga kebiasaan menggunakan pencatatan manual yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Penelitian ini melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Jawa Tengah. Melalui pendekatan survei dan wawancara mendalam, tim peneliti berupaya memahami faktor psikologis, sosial, teknologi, serta kondisi organisasi yang memengaruhi kesiapan UMKM dalam beralih ke sistem akuntansi digital.
Selain mengidentifikasi hambatan, penelitian ini juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah, lembaga pendamping UMKM, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dalam mempercepat adopsi akuntansi digital.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi tren, tetapi benar-benar dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, FEB UPGRIS terus mendorong riset yang memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai permasalahan ekonomi dan bisnis.
Penelitian mengenai resistensi adaptasi akuntansi digital ini menjadi salah satu wujud komitmen tersebut, sekaligus mendukung penguatan ekosistem UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era digital.
Melalui penelitian ini, FEB UPGRIS berharap hasil kajian yang diperoleh dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan serta program pendampingan yang lebih efektif sehingga UMKM di Jawa Tengah mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.


Komentar