HALO NUSANTARA – SURABAYA – Sebagai bentuk penguatan UMKM lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) NR 8 Subkel 6 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan program revitalisasi usaha legen milik Bu Sumiati, warga RW 03 Benowo, Surabaya. Program ini meliputi renovasi rombong, pembuatan identitas visual usaha, hingga inovasi produk berbahan siwalan yang menjadi ciri khas daerah setempat.
Kegiatan ini bermula dari hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Subkel 6 KKN NR 8. Mereka menemukan bahwa usaha legen Bu Sumiati memiliki kualitas rasa yang baik, namun tampilannya masih sangat sederhana. Rombong yang sudah lama digunakan tampak kusam, tidak memiliki identitas, dan kemasan legen masih menggunakan botol polos tanpa label.
Sebagai langkah awal, mahasiswa melakukan renovasi rombong, memperbaiki struktur, membersihkan bagian yang rusak, dan melakukan pengecatan ulang dengan warna yang lebih cerah. Tampilan baru rombong ini langsung menarik perhatian warga karena terlihat lebih rapi, bersih, dan modern dibanding sebelumnya.
Selain rombong, mahasiswa juga membuat logo usaha, desain banner, dan label botol yang digunakan sebagai identitas visual baru. Tim Subkel 6 juga membantu membeli botol baru agar produk legen memiliki kemasan yang lebih layak dan higienis. Banner dipasang di bagian depan rombong agar pembeli mudah mengenali produk legen Bu Sumiati, sementara label botol dirancang dengan tampilan sederhana namun informatif, menyesuaikan dengan karakter produk tradisional yang ingin ditonjolkan.
Tidak hanya memperbaiki tampilan, tim KKN turut memperkenalkan inovasi menu, yaitu puding siwalan dan kolak siwalan. Inovasi ini dibuat untuk menambah variasi produk dan menarik konsumen yang ingin mencoba olahan lain dari bahan lokal. Warga yang mencicipinya memberikan respon positif dan menilai kedua produk tersebut unik dan memiliki potensi untuk dijual di acara kampung atau bazar UMKM
Ketua Subkel 6, (Zefanya Gracia Rusmanadi), menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah membantu UMKM lokal meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen.
“Bu Sumiati sudah memiliki produk yang enak dan segar, kami hanya membantu menampilkan usahanya dengan lebih layak dan menarik. Harapannya, rombong baru dan kemasan yang rapi bisa membuat usaha beliau semakin dikenal,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai strategi pemasaran sederhana, cara menjaga tampilan rombong tetap bersih, dan penyimpanan produk agar tetap higienis. Tim KKN berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan selama satu minggu untuk memastikan inovasi dan rebranding dapat berjalan konsisten.
Dengan adanya pendampingan ini, usaha legen Bu Sumiati kini memiliki tampilan baru yang lebih profesional serta varian produk tambahan yang berpotensi meningkatkan penjualan. Program ini menjadi bukti bahwa sentuhan sederhana melalui rebranding dan inovasi mampu membawa perubahan nyata bagi UMKM tradisional.



Komentar